Awal Tahun, IHSG Melejit 9 Poin
Senin, 02 Jan 2006 16:34 WIB
Jakarta - Di tengah tipisnya transaksi perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada transaksi perdana 2006 melejit 9,074 poin pada level 1.171,709.Kenaikan indeks dimotori oleh saham telekomunikasi seperti Indosat dan Telkom. Terjadinya deflasi pada Desember 2005 sebesar 0,04 persen juga sedikit memberikan angin segar di lantai bursa. Namun masih minimnya pelaku pasar yang melantai di bursa, setelah libur tahun baru membuat transaksi yang terjadi sangat kecil. Apalagi beberapa bursa regional seperti Nikkei juga masih tutup."Isu-isu yang ada cukup positif, tapi ini belum menunjukkan adanya rebound," kata Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja, Senin (2/1/2006). Indeks LQ-45 naik 2,514 poin pada level 256,862, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,749 poin pada level 202,498, Main Board Index (MBX) naik 3,031 poin pada level 322,614 dan Development Board Index (DBX) turun 0,443 poin pada level 226,328.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 5.891 kali dengan volume 320,2 juta unit saham, senilai Rp 273,6 miliar. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 46 saham naik, 45 saham turun dan 63 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 6.100, Indosat (ISAT) naik Rp 200 menjadi Rp 5.750, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.670, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 3.600 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 10 menjadi Rp 1.810.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 10.100, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 50 menjadi Rp 2.900, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.000, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 10 menjadi Rp 1.030 dan Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 10 menjadi Rp 980. Transaksi saham awal tahun ini dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Bapepam Darmin Nasution. Pemerintah mengaku optimistis pasar saham tahun ini akan lebih baik dibanding 2005, seiring membaiknya kondisi makro ekonomi.
(ir/)











































