BEI Mau Luncurkan e-IPO, Apa Itu?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 19:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Saham melanjutkan penguatan kemarin dan semakin mendekati rekor tertingginya sepanjang masa, pasca hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal Pilpres
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya

Denny menjelaskan dalam proses penawaran umum konvensional rata-rata partisipasi investor ritel hanya sekitar 700 investor. Dengan adanya adanya sistem ini, maka aksesnya akan diperluas dan mampu menjangkau lebih luas para investor.

"Ujungnya juga tujuannya untuk meningkatkan transaksi di pasar," tambahnya.

Dari sisi perusahaan yang mencatatkan sahamnya, e-IPO dipercaya juga ampuh untuk mengatasi discount pricing yang terjadi saat IPO saham. Sebab sering kali terjadi saat sebuah saham pertama kali dicatatkan harganya langsung melambung tinggi, bahkan hingga mencapai batas atas dan terkena auto reject. Hal itu terjadi lantaran tidak sesuainya harga pasar dengan harga yang ditawarkan.

Sementara dari sisi perusahaan efek yang menjadi penjamin emisi akan diuntungkan dengan publikasi penawaran umum. Sebab hal itu tersedia di website yang telah disediakan.

Selain itu dalam proses penawaran umum, perusahaan efek yang terlibat juga akan lebih banyak. Sementara dalam proses penawaran umum sebelumnya biasanya melibatkan hanya sedikit perusahaan efek.

Halaman


Simak Video "BEI Hentikan Short Selling!"
[Gambas:Video 20detik]

(das/ara)