Tunggu Stimulus Pemerintah, Bursa AS Dibuka Landai

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 21:15 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka melemah pada Kamis dibandingkan hari sebelumnya.

Mengutip Reuters hal ini karena pasar masih menunggu paket stimulus yang akan dikeluarkan oleh pemerintah untuk menopang perekonomian.

Saat ini memang angka klaim pengangguran di AS sudah mengalami penurunan.

Indeks Dow Jones Industrial Average .DJI turun hingga 30.70 poin atau 0,11 ke posisi 27.170,82. Kemudian S&P 500 .SPX juga dibuka melemah 4,46 poin atau 0,13% menjadi 3.323,31 .IXIC.

Kemudian Nasdaq turun 8,42 poin atau 0,08% menjadi 10.989,98 pada pembukaan.

Mengutip riset tim CNBCIndonesia, pelaku pasar juga mulai merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa pihaknya telah mendorong rencana menyediakan bantuan untuk pelaku usaha penerbangan.

"Kita tak ingin kehilangan maskapai kita. Jika mereka ingin itu, terlepas dari Republik atau Demokrat, saya pasti akan mendukung. Kita tak boleh kehilangan sistem transportasi kita," ujarnya sebagaimana dikutip CNBC International.

NBC News melaporkan bahwa Gedung Putih mengajukan anggaran bagi alokasi tunjangan pengangguran senilai US$ 400 per pekan, lebih tinggi dari proposal awal mereka sebesar US$ 200 per pekan, dan mendekati proposal partai Demokrat yang ingin angka US$ 600 per pekan.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows juga mengusulkan perpanjangan moratorium penyitaan rumah milik debitor program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disubsidi pemerintah dan cicilannya terhenti, menjadi Desember.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)