Lira Turki Tiarap, Ini Biang Keroknya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 09:31 WIB
Anjloknya lira Turki: Negara-negara berkembang terdampak, mengapa Indonesia tak berpengaruh banyak?
Foto: BBC Indonesia
Jakarta -

Mata uang Lira Turki terus mengalami pelemahan sejak pergantian tahun. Bahkan, baru-baru ini lira berada pada level terendahnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis lalu, lira berada di 7,31 terhadap dolar AS. Dolar sendiri telah menguat lebih dari 23% pada tahun ini.

Mengutip CNBC, Jumat (14/8/2020), inti dari pelemahan mata uang ini disebabkan oleh kebijakan fiskal dan moneter Turki yang tidak konvensional dan berkurangnya independensi bank sentral Turki (TCMB).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memecat gubernurnya Murat Cetinkaya Juli lalu dalam perselisihan suku bunga tinggi, mendorong siklus pelonggaran agresif dari suku bunga 24% menjadi 8,25% selama setahun terakhir.

Pemerintah telah lama melakukan intervensi untuk menstabilkan mata uang. Namun, saat ini menghadapi kesenjangan pembiayaan eksternal, cadangan terbatas, prospek inflasi yang memburuk, dan meningkatnya simpanan mata uang asing secara lokal, yang semuanya diperkirakan akan semakin memberikan tekanan ke bawah.

Goldman Sachs sendiri telah menaikkan prospek dolar terhadap lira tiga bulan menjadi 7,75. Namun, arah jangka menengah dan panjang akan tergantung pada jalur kebijakan.



Simak Video "Badai Pasir Hantam Turki, 6 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)