Waskita Rogoh Kas Internal Bayar Obligasi Rp 1 T

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2020 08:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan peringkat idBBB+ dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi PUB I 2015 Seri B senilai Rp 1,15 Triliun yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020.

Peringkat yang disematkan pada obligasi tersebut merefleksikan kemampuan likuiditas yang memadai dari Waskita untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran obligasi tersebut dan kewajiban jangka pendek lainnya. Hal ini didukung dengan adanya target penerimaan kas Waskita yang bersumber penyelesaian proyek tahun ini.

Waskita akan menggunakan kas internal ang sebagian besar bersumber dari pembayaran proyek turnkey untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut. Diperkirakan perseroan menerima pembayaran proyek dengan total mencapai Rp 35 Triliun pada tahun 2020 baik dari proyek turnkey maupun non turnkey.

Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma menyatakan per 30 Juni 2020 perusahaan telah menerima Rp 12,5 triliun dari pembayaran proyek.

"Dari pembayaran proyek yang dikerjakan secara turnkey kami telah menerima sekitar Rp 7,1 Triliun dimana porsi yang paling besar berasal dari proyek Tol Jakarta-Cikampek II Elevated," terang Taufik dalam keterangannya, Kamis (20/8/2020).

Selain pembayaran proyek, perseroan juga menargetkan pengembalian dana talangan pengadaan tanah dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sekitar Rp 4 triliun tahun ini.

Lebih lanjut, Waskita memproyeksikan memperoleh pembayaran pekerjaan proyek dengan nilai sekitar Rp 3,3 Triliun. "Dari nilai tersebut, sebagian besar akan berasal dari pembayaran proyek turnkey. Kami akan gunakan dana tersebut untuk menyelesaikan utang jatuh tempo", kata Taufik.

Taufik menambahkan bahwa penyematan peringkat BBB+ ini menunjukan upaya yang telah dilakukan oleh manajemen Waskita.

"Melalui penegasan ini, PEFINDO menunjukan keyakinan bahwa WSKT dapat meminimalisir risiko keuangan di tengah tekanan pandemi COVID-19 kepada sektor konstruksi." jelasnya.

Taufik juga menjelaskan ada beberapa program prioritas yang dicanangkan manajemen untuk meminimalisir dampak COVID-19 terhadap kondisi keuangan perusahaan yaitu dengan melakukan akselerasi progres pada pekerjaan konstruksi dan memastikan penerimaan termin pembayaran dapat diperoleh tepat waktu, melakukan efisiensi beban operasional dan optimalisasi capital expenditure, serta memastikan program pelepasan konsesi ruas tol berjalan sesuai target.



Simak Video "Waskita Karya Bangun Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/fdl)