Rencana IPO Anak Usaha WIKA Ditunda! Ini Penyebabnya

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2020 13:31 WIB
Logo WIKA
Foto: Danang Sugianto
Jakarta -

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menunda rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) anak usaha, PT Wijaya Karya Realty. Padahal awalnya menurut rencana, IPO PT Wijaya Karya Realty ini bakal dilaksanakan tahun ini.

"Untuk rencana IPO anak usaha setelah dibahas maka rencana IPO Wika Rwalty akan ditunda," ujar Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu dalam konferensi pers public expose secara virtual, Selasa (25/8/2020).

Alasannya, perseroan masih menunggu kelanjutan kebijakan Kementerian Bandan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berencana membentuk sub holding BUMN Perhotelan.

"Ditunda sampai subholding, katakan WIKA mendapat tugas sebagai induk dari subholding perhotelan. Jadi setelah subholding perhotelan selesai, maka IPO PT Wika Realty dilaksanakan lagi," sambungnya.

Kemungkinan IPO PT Wika Realty paling cepat dilaksanakan tahun depan atau 2023 mendatang. "Mungkin bisa paling cepat di tahun depan atau tahun 2023 setelah rampung proses subholding perhotelan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, rencana IPO Wika Realty sebenarnya sudah digaungkan sejak lama. Sebelumnya, saat kepemimpinan Tumiyana, targetnya Wika Realty IPO pada kuartal I atau kuartal II tahun ini dengan target dana yang akan dikumpulkan sebesar Rp 2-2,5 triliun.

Sebelum itu, sejak April tahun lalu Wika Realty juga sudah mengumumkan rencana IPO tersebut. Rencana diundur karena kondisi pasar yang kurang kondusif.

Wika Realty merupakan salah satu unit bisnis PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Wika Realty mengubah statusnya menjadi Perusahaan terbuka berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 11 tanggal 7 Desember 2004, namun sesuai dengan kebijakan pemegang saham utama (Wika) untuk melakukan penawaran umum terlebih dahulu, maka penawaran umum perdana saham-saham Wika Realty kepada masyarakat tersebut ditunda pelaksanaannya.

Pada tahun 2001, Wika Realty melakukan diversifikasi usaha yang semula fokus pada bisnis Realty sebagai developer berkembang menjadi tiga bidang usaha yaitu pengembangan bisnis Realty, manajemen properti dan jasa konstruksi.



Simak Video "WIKA Grup Renovasi RSPJ dan Bangun RS Modular dalam Waktu Singkat"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)