Saham S&P 500 dan Dow Jones Naik, Gegara Apa?

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2020 08:21 WIB
Bursa saham Wall Street di AS
Foto: Reuters
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis. Indeks S&P 500 dan Dow Jones mengalami kenaikan. Sementara itu, Nasdaq Composite harus ditutup lebih rendah.

Ada beberapa sentimen yang mempengaruhi hasil perdagangan, pertama investor yang masih mencerna strategi baru Bank Sentral Federal Reserve AS untuk mengadopsi target inflasi rata-rata dan memulihkan Amerika Serikat ke lapangan kerja penuh.

Di sisi lain ada perkembangan yang menjanjikan dalam perjuangan untuk menahan pandemi virus corona.

Melansir Reuters pada Jumat (28/8/2020), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 160,35 poin, atau 0,57% menjadi 28.492,27.

Sementara itu, S&P 500 naik 5,82 poin, atau 0,17% menjadi 3.484,55. Kemudian Nasdaq Composite turun 39,72 poin, atau 0,34%, menjadi 11.625,34.

Sektor keuangan memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Dow Jones, mendorong S&P 500 ke rekor penutupan tertinggi lima kali berturut-turut.

Volume transaksi perdagangan di bursa AS mencapai 9,16 miliar saham, dengan rata-rata 9,37 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Strategi baru Fed mengirim imbal hasil Treasury naik lebih tinggi, hal ini memberikan peningkatan pada sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga.

"Curamnya kurva imbal hasil adalah tambahan yang disambut baik, terutama pada hari di mana pasar sedang naik," kata Matthew Keator, managing partner di Keator Group, sebuah firma manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, saham pada industri keuangan menikmati persentase keuntungan terbesar. Sementara layanan komunikasi, seperti Netflix Inc dan Facebook Inc harus tertinggal.

Saham Walmart Inc dan Microsoft Corp masing-masing naik 4,5% dan 2,5% setelah mengumumkan tawaran bersama untuk aset TikTok AS. Di sisi lain, saham Boeing Co naik 1,3%, setelah Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa mengumumkan rencana untuk memulai uji penerbangan pesawat 737 MAX yang dilarang terbang.

Sementara itu, produsen kosmetik Coty Inc jatuh 8,1% setelah penutupan ritel dan permintaan yang lemah menyebabkan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)