Mertua Syahrini Jual Sahamnya, Siapa Pemegang Plaza Indonesia?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Sep 2020 19:15 WIB
Penjaga toko membersihkan produk dagangannya di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat mengatakan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 di ruang publik, pusat perbelanjaan Plaza Indonesia akan tutup sementara mulai 25 Maret hingga 3 April 2020,  namun tidak berlaku untuk toko yang menjual kebutuhan pokok dengan jam operasional mulai pukul 11 siang- 5 sore. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Mertua artis Syahrini yang juga menjadi Presiden Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Rosano Barack melepas seluruh kepemilikan sahamnya pada Plaza Indonesia.

Jumlah saham yang dijual sebanyak 44.216.600 saham. Atau 1,24% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Dikutip dari keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Senin (7/9/2020), Rosano mengalihkan seluruh sahamnya kepada PT Plaza Indonesia Investama, yang merupakan special purpose company dari Dana Investasi Real Estate (DIRE) yang diterbitkan perusahaan.

Dari penjualan itu, mertua dari Syahrini ini mendapatkan Rp 165,4 miliar dari transaksi penjualan saham tersebut. Dengan harga per saham Rp 3.740.

"Setelah transaksi menjadi nol saham atau 0% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan," bunyi keterbukaan informasi yang dikutip detikcom.

Lalu siapa saja yang pihak yang memiliki Plaza Indonesia saat ini?

Plaza Indonesia Investama sendiri pada laporan keuangan Juni 2020 merupakan pemilik saham mayoritas pada Plaza Indonesia.

Kepemilikan mencapai 3.385.457.530 saham atau 95,37%, lalu investor publik 4,23%. Sisanya milik Rosano yang sudah dialihkan ke Plaza Indonesia Investama.

Sementara itu, dalam situs resmi Plaza Indonesia mencatat, bahwa Komisaris Utama Plaza Indonesia yakni Franky Oesman Widjaja. Franky merupakan anak dari taipan Eka Tjipta Widjaja (pendiri Sinarmas Group).

Franky juga ternyata menjabat Komisaris Utama Plaza Indonesia Investama. Selain itu, Rosano Barack juga menjabat sebagai Direktur Utama Plaza Indonesia Investama.

Selain Komisaris Utama dijabat Franky Widjaja, ada nama bekas Jendral Sintong Panjaitan sebagai komisaris independen. Sintong adalah mantan Kepala Staf Ahli untuk Panglima Angkatan Bersenjata di Mabes ABRI (1993) dan mantan Komandan Kopassus (1985).



Simak Video "Syahrini Ingatkan Masyarakat untuk Bijak Bersosial Media"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)