Temasek 'Babak Belur' Dihantam Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2020 22:30 WIB
SINGAPORE, SINGAPORE - APRIL 25: General view of a seating area in a cafe that is cordoned off as a preventive measure to prevent the spread of the Covid 19 novel coronavirus on April 25, 2020 in Singapore. SIngapore has seen an outbreak of coronavirus victims centering around its migrant workers  (Photo by Ore Huiying/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ore Huiying
Jakarta -

Perusahaan investasi Singapura Temasek mengumumkan bahwa nilai bersih portofolionya turun untuk pertama kalinya sejak 2016. Hal itu terjadi akibat pandemi virus Corona melanda pasar global.

Dilansir CNBC, Selasa (8/9/2020), ukuran portofolio Temasek turun menjadi US$ 223,73 miliar untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Maret, sekitar 2,2% lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 313 miliar dolar Singapura, kata perusahaan itu dalam laporan tahunannya.

Pengembalian pemegang saham satu tahun minus 2,28%,. Tetapi pengembaliannya 5% selama periode 10 tahun dan 6% selama 20 tahun. Pengembalian tersebut memperhitungkan semua dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham Temasek, dikurangi suntikan modal.

Temasek mengaitkan kinerja investasinya dalam satu tahun terakhir dengan penyebaran virus Corona yang menyebabkan pasar global anjlok pada Maret. Perusahaan mencatat pasar telah pulih sejak itu, tetapi ada ketidakpastian seperti ketegangan AS-China.

Direktur Eksekutif dan Kepala Eksekutif Temasek International, Dilhan Pillay Sandrasegara mengatakan AS dan China telah menjadi tujuan penting untuk investasi perusahaan dalam lima hingga enam tahun terakhir. Apa yang terjadi pada hubungan AS-China dinilai dapat mempengaruhi ekonomi dan perusahaan lain yang beroperasi secara global.



Simak Video "Cerita Pilu Wanita AS yang Kehilangan Ibu Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)