Raksasa Teknologi Lepas Saham, Wall Street Melempem

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 09:34 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah untuk tiga kali sesi perdagangan berturut-turut pada hari Selasa. Hal ini terjadi setelah saham-saham perusahaan teknologi kelas berat melakukan aksi jual saham tambahan, dan mengirim Nasdaq ke wilayah koreksi.

Dilansir dari Reuters, Rabu (9/9/2020), saham Tesla mengalami penurunan persentase harian paling dalam. Hal ini terjadi setelah saham tersebut disahkan untuk dimasukkan dalam S&P 500.

Saham Tesla tercatat jatuh 21,06%, hal ini menjadi penurunan persentase harian terbesar hariannya. Masing-masing dari 11 sektor S&P utama mengalami penurunan, dipimpin oleh penurunan teknologi dan energi.

"Hal-hal menjadi mahal, mereka meningkat, mereka menjadi sangat terkonsentrasi dan orang-orang menjadi sangat pusing," kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi di Baird di Milwaukee.

Pada penutupan perdagangan Selasa, Dow Jones Industrial Average turun 632,42 poin, atau 2,25% menjadi 27.500,89. Lalu, S&P 500 kehilangan 95,12 poin, atau 2,78% menjadi 3.331,84.

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 465,44 poin, atau 4,11% menjadi 10.847,69. Kemudian, saham energi merosot 3,71% karena harga minyak turun di bawah $ 40 per barel.

Reli kenaikan saham di Wall Street, yang sebagian besar didorong oleh stimulus moneter dan fiskal dalam jumlah besar terhenti pekan lalu. Dengan Nasdaq jatuh sebanyak 9,9% dari rekor hariannya karena investor membukukan keuntungan setelah pergerakan yang mengangkat indeks sekitar 70% dari titik terendah pandemi.

Pada sesi terendah pada hari Selasa, Facebook, Amazon.com, Apple, Tesla, Microsoft, Alphabet, dan Netflix secara kolektif telah kehilangan lebih dari US$ 1 triliun kapitalisasi pasar sejak 2 September.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat sebanyak 10,48 miliar saham. Jumlahnya naik dengan rata-rata 9,32 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)