Saham Teknologi Tahan Banting, Bursa AS Dibuka Menguat

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 21:46 WIB
Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat (11/9/2020) didukung saham teknologi yang tahan terhadap krisis pandemi COVID-19. Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 79,28 poin atau 0,29% ke level 27.613,86.

Indeks S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 13,51 poin atau 0,40% ke level 3.352,70, dan indeks Nasdaq Composite naik 90,47 poin atau 0,83% ke level 11.010,07. Harga saham perusahaan layanan cloud ORCL.N naik 4,5% dalam perdagangan pra-pasar setelah mencatatkan pendapatan di luar perkiraan. Itu menandakan pemulihan bisnis.

Pembuat sepeda latihan Peloton Interactive Inc PTON.O, sahamnya melonjak 11,3% karena melaporkan pendapatan kuartalan yang mengalahkan perkiraan karena peningkatan permintaan untuk produk kebugaran selama pandemi.

Lalu Apple Inc (AAPL.O), Amazon.com Inc (AMZN.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Netflix Inc (NFLX.O), sahamnya masing-masing naik sekitar 1% setelah penjualan beberapa di antara saham-saham mega-cap membawa reli Wall Street terhenti pekan lalu.

S&P 500 dan Dow Jones mencatatkan penurunan mingguan tertajam sejak Juni, sementara Nasdaq menuju penurunan mingguan paling tajam sejak Maret.

"Kami cenderung melihat kemunduran terus menerus serupa dengan apa yang telah kita lihat sejak awal Juni," kata Liz Ann Sonders, kepala strategi investasi di Charles Schwab.

"Itu tidak banyak membantu untuk mengurangi beberapa buih spekulatif yang kami lihat, terutama di pasar opsi oleh pedagang kecil," sambungnya.

Namun, banyak investor melihat kemerosotan sebagai konsolidasi yang sehat setelah reli lima bulan yang menakjubkan di S&P 500 yang didukung oleh sekelompok kecil perusahaan teknologi kelas berat dan sejumlah stimulus fiskal dan moneter.

Nasdaq berada sekitar 9% di bawah rekor penutupan tertinggi, sedangkan S&P 500 berada sekitar 7% di bawah puncaknya, keduanya tercatat minggu lalu.

Indikator ekonomi menunjukkan pemulihan yang cukup lambat dan sulit dari pandemi, terutama di pasar tenaga kerja. Data terbaru menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Agustus.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)