Siapa Bakal Terfavorit di Saham?
Kamis, 12 Jan 2006 15:11 WIB
Jakarta - Anda bingung dengan investasi saham? Berikut ada sejumlah rekomendasi saham yang layak untuk dikoleksi karena prospeknya yang cerah atau yang layak masuk kotak, termasuk juga yang bakal 'biasa-biasa' saja.Untuk tahun 2006 sektor telekomunikasi dan pertambangan tampaknya masih akan jadi favorit. Hal ini karena prospek pasar telekomunikasi khususnya GSM diperkirakan akan tumbuh sebesar 26,9 persen pada tahun 2006 menjadi 55,1 juta pelanggan,"Rekomendasi favrit adalah Telkom dan Indosat dengan target harga masing-masing Rp 7.500 untuk Telkom dan Rp 6.655 untuk Indosat," kata Head Research Trimegah Sekuritas Fajar Hidayat yang ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (12/1/2006).Sedangkan untuk sektor pertambangan tetap favorit mengingat harga komoditas terutama emas dunia yang diperkirakan naik. Selain itu pertumbuhan volume produksi sektor-sektor pertambangan diperkirakan lebih dari 5 persen. Untuk sektor pertambangan, Fajar merekomendasikan saham PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PT BA). Saham yang diprediksi underweight adalah saham sektor properti. Menurut Fajar, hal ini berkaitan dengan pasar properti yang oversupply baik untuk hunian rumah tinggal, apartemen dan perkantoran. Deputi head research Trimegah Arhya Satyagraha menambahkan, pertumbuhan sektor properti sudah bubbling sejak tahun 2003 dan diperkirakan suplainya baru akan habis di tahun 2007. "Saat ini rata-rata huniannya baru terisi sekitar 80 persen," ujarnya. Sementara sektor-sektor yang dianggap netral adalah perbankan, alat-alat berat, semen dan obat-obatan.Khusus untuk sektor alat berat dan semen, dinilai Arhya tetap biasa-biasa saja kendati pemerintah berniat carry over proyek infrastruktur di tahun 2006. "Kan itu belum jadi realitas, baru wacana. Pemerintah bilangnya kan selalu begitu, akan dikerjakan, tapi nanti biasanya di-carry over lagi," katanya.Kedua sektor ini juga tidak akan tumbuh seiring tumbuhnya sektor pertambangan karena saat ini sektor pertambangan tidak ekspansif. Hal ini mengingat infrastruktur pertambangan sudah mulai dibangun sejak 2 tahun lalu sehingga tahun ini hanya tinggal memetik keuntungannya saja.Namun di kuartal II, ketika suku bunga diperkirakan mulai menurun, saham-saham sektor perbankan, financing dan otomotif bisa dipertimbangkan untuk dibeli.Saham-saham yang dijadikan unggulan Trimegah adalah: Antam, BRI, Ciputra Surya, Indocement, Indosat, Kalbe Farma, PT BA, Telkom, United Tractor. Trimegah juga memperkirakan pasar saham tahun 2006 akan bullish dan IHSG menembus level 1.369. Hal ini didorong oleh valuasi pasar Indonesia yang masih menarik dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina dan Hong Kong. "Target indeks tahun 2006 1.369 dengan valuasi price equity ratio berada di level 11,9 kali," kata Fajar.
(qom/)











































