Vaksin AstraZeneca Bikin Pasar Saham AS Menguat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 08:43 WIB
Bursa saham Wall Street di AS
Foto: Reuters
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Senin. Ini terjadi karena pasar berekspektasi tinggi dengan temuan vaksin yang mendorong optimisme investor.

Mengutip Reuters untuk S&P berakhir di zona positif, sektor real estat dan teknologi terus meraup keuntungan.

Sebelumnya produsen obat AstraZeneca sedang melanjutkan uji klinis vaksin COVID-19 di Inggris. Kemudian saham Pfizer naik 2,6% setelah produsen obat biotek Jerman BioNTech SE mengusulkan perluasan uji coba vaksin COVID-19 tahap ketiga untuk 44.000 relawan.

Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York Tim Ghriskey mengungkapkan pasar sangat menyukai kondisi optimisme ini. "Vaksin adalah solusi pamungkas saat ini," kata dia dikutip dari Reuters, Selasa (15/9/2020).

Selain itu berita aksi korporasi seperti merger perusahaan juga turut mendorong pergerakan harga saham. Misalnya Nvidia Corp mengalami peningkatan 5,8% karena rencananya membeli chip Arm yang berbasis di Inggris dan mendapatkan pendanaan dari SoftBank Group Corp dari Jepang sebanyak US$ 40 miliar.

Lalu Oracle naik 4,3% karena perusahaan ini akan bekerja sama dengan ByteDance China untuk membuat TikTok bisa beroperasi di Amerika Serikat (AS).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 327,69 poin, atau 1,18% menjadi 27.993,33, S&P 500 naik 42,57 poin, atau 1,27%, menjadi 3.383,54 dan Nasdaq Composite naik 203,11 poin, atau 1,87%, menjadi 11.056,65.

Seattle Genetics naik 14,5% setelah Merck & Co Inc mengatakan akan membeli US$ 1 miliar saham di produsen obat yang lebih kecil untuk ikut mengembangkan dan menjual terapi kankernya.

Saham Tesla Inc rebound 12,6% setelah kerugian pekan lalu. Akhir pekan ini, investor akan fokus pada pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve sebelum pemilihan presiden AS 3 November mendatang.

Volume bursa AS mencapai 8,72 miliar saham dibandingkan rata-rata sebelumnya 9,28 miliar saham.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)