Corona Masih Merajalela, Jangan Harap Ekonomi Bisa Pulih

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 22:31 WIB
Poster
Ilustrasi kondisi ekonomi di tengah Corona/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai masih terlalu dini melihat pemulihan ekonomi. Pasalnya, pandemi COVID-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir.

"Masih terlalu dini bagi kami untuk melihat jalur pemulihan di masa depan karena COVID masih di sini bersama kita," ujar Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Rabu (16/9/2020).

Dia mengatakan, memang ada harapan karena adanya vaksin. Namun, butuh waktu bagi setiap negara untuk memulihkan ekonomi.

"Tetapi akan membutuhkan waktu lama bagi negara manapun untuk dapat mengatasi COVID, tujuan kita untuk memulihkan ekonomi," tutur Sri Mulyani.

Di sisi lain Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian, cuma menurut Sri Mulyani kontraksi ekonomi Indonesia tidak sedalam dibanding negara-negara lain.

Seperti diketahui sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32%.

"Jika dibanding negara-negara lain kontraksi ekonomi kita kuartal II relatif lebih ringan dibanding negara lain yang kontraksinya lebih dalam," katanya.

Sri Mulyani menambahkan pandemi ini mengingatkan pada kondisi krisis sebelumnya. Dia bilang, Indonesia pernah mengalami krisis 1997-1998 dan krisis keuangan tahun 2008-2009.

Meski demikian, dia mengatakan, kondisi saat ini sangat berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya.

"COVID-9 memberikan tantangan yang sangat berbeda meskipun implikasinya mirip dengan krisis sebelumnya," katanya.

Yang jelas pemerintah kini dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi. Kondisi tersebut terjadi jika kuartal ketiga ini ekonomi Indonesia kembali minus.



Simak Video "Gelagat Resesi dari Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)