IHSG Sepekan PSBB Jakarta: Menguat Di Awal, Merosot Kemudian

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2020 12:13 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pasar modal Indonesia pekan ini tercatat menguat tipis dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya. Padahal pekan ini merupakan pekan pertama dari penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat di DKI Jakarta.

Melansir data statistik BEI, Minggu (20/9/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup positif atau mengalami peningkatan sebesar 0,85% yaitu dari level 5.016,712 pada pekan lalu ke posisi 5.059,223.

Kenaikan tertinggi terjadi pada perdagangan Senin 14 September 2020, saat itu IHSG tercatat naik 2,89% ke posisi 5.161. Namun di hari-hari berikutnya IHSG terus mengalami penurunan meskipun penurunannya tidak sampai di bawah posisi pekan lalu.

Pada Rabu 16 September IHSG turun 0,83% ke posisi 5.058. Lalu pada perdagangan Kamis 17 September IHSG melemah 0,4% ke posisi 5.038.

Selama sepekan kapitalisasi pasar bursa naik 0,87% menjadi Rp 5.878,495 triliun dari Rp 5.827,724 triliun pada pekan lalu.

Untuk rata-rata volume transaksi selama sepekan naik 2,02% menjadi sebesar 11,482 miliar saham dari 11,255 miliar saham. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami penurunan 7,82% menjadi Rp 8,121 triliun dari Rp 8,810 triliun. Frekuensi harian juga turut mengalami penurunan 13,43% menjadi 617,256 ribu kali transaksi dari pekan sebelumnya sebesar 712,986 ribu kali transaksi.

Investor asing pada perdagangan Jumat 18 September melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 998,56 miliar. Jika dilihat dari awal tahun, investor asing sudah tarik dana Rp 39,669 triliun.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)