Analis Ramal Rupiah Gagahi Dolar AS Pekan Depan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2020 22:01 WIB
rupiah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Nilai tukar rupiah diprediksi akan berada di jalur penguatan minggu depan. Ada beberapa faktor yang menopang mata uang Garuda mendominasi dolar Amerika Serikat (AS) besok.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan menerangkan ada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penguatan rupiah kemarin dan menjadi dasar proyeksi pergerakan besok.

Untuk eksternal datang dari data ketenagakerjaan di AS yang dirilis pada hari Kamis, menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal turun lebih lambat dari yang diharapkan. Di saat yang sama, data dari pasar perumahan menunjukkan bahwa bagian dari ekonomi mendingin setelah tiga bulan mengalami kenaikan yang sangat kuat.

"Jadi, sementara ekonomi AS pulih, rebound tampaknya melambat. Hal ini mendorong Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga setidaknya akhir 2023 sambil juga meningkatkan perkiraan PDB 2020, tetapi bank sentral juga meminta lebih banyak bantuan fiskal dari Kongres, yang tampaknya masih tidak mungkin," ujarnya seperti dikutip Minggu (20/9/2020).

Sementara dari sisi internal wabah COVID-19 masih menjadi sentimen negatif. Kasus positif terus meningkat, bahkan penambahan kasus perhari terus memecahkan rekor. Selama wabah ini belum dalam dikontrol maka derita ekonomi RI dipercaya akan berkepanjangan.

Berbagai cara dilakukan pemerintah, salah satunya dengan melakukan reformasi sistem keuangan. Pemerintah melakukan perubahan-perubahan wewenang baik di Bank Indonesia (BI) maupun wewenang di OJK.

Ibrahim menilai pasar merespon negatif atas revisi UU BI hanya bersifat sementara. Menurutnya setelah melihat draft perombakan Undang-undang Bank Indonesia, pasar kembali positif lantaran menaruh harapan dalam wacana itu.

"Menanggapi draft tersebut pasar meyakini wewenang ke depan bank sentral akan lebih luas, apalagi sebelumnya Bank Indonesia sudah berperan dalam pertumbuhan ekonomi sehingga harus dilihat lagi seperti apa perluasan kewenangan yang direncanakan. Hanya saja intervensi BI di pasar keuangan yang meningkat selama pandemi masih dinilai positif oleh pasar asalkan tidak berlanjut di masa normal," tuturnya.

Baca penjelasan lebih detilnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dolar AS Bertahan di Rp 14.380 Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]