Dibayangi Lockdown Gelombang Dua, Bursa Saham Eropa Anjlok

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 22:45 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Bursa saham Eropa menuju penurunan terburuk selama tiga bulan pada Senin (21/9) karena kekhawatiran gelombang kedua COVID-19. Diperkirakan ada hingga 50.000 kasus baru per hari di Inggris pada pertengahan Oktober jika pandemi berlanjut.

"Saya pikir mereka (investor) jelas gugup dengan kemungkinan lockdown kedua," kata Direktur Investasi, Jane Shoemake dikutip dari Reuters, Senin (21/9/2020).

FTSE 100 London adalah indeks blue chip terparah di Eropa, jatuh sekitar 3,5% dengan midcaps yang berfokus pada Inggris di FTSE 250 turun lebih dari 4%. Pan-European STOXX 600 turun 2,9%.

Indeks perjalanan dan rekreasi Eropa SXTP turun 5,7%, penurunan terburuk sejak April dengan maskapai seperti pemilik British Airways (BA) IAG .ICAG mundur 13,5% atau Lufthansa LHAG.DE 8%.

Bank-bank Eropa turun lebih dari 6% hanya beberapa poin dari rekor terendah menyusul laporan bahwa bank-bank seperti HSBC dan Standard Chartered memindahkan sejumlah besar dana yang diduga ilegal selama dua dekade terakhir.

Saham HSBC di Hong Kong dan Standard Chartered di London jatuh ke level terendah sejak 1998 setelah media melaporkan bahwa mereka dan bank lain, termasuk Barclays dan Deutsche Bank memindahkan sejumlah besar dana yang diduga terlarang selama hampir dua dekade.

Barclays BARC.L dan Deutsche Bank DBKGn.DE, yang juga disebutkan dalam laporan tersebut masing-masing turun 5,6% dan 5,8%.

Di antara saham individu lainnya, Rolls-Royce Holdings RR.L Inggris merosot 9,6% setelah pembuat mesin aero mengatakan ingin mengumpulkan hingga US$ 3,2 miliar dalam upaya memperkuat neraca.

Telekomunikasi Jerman 1 & 1 Drillisch DRIG. Turun 28% setelah memperingatkan bahwa kenaikan biaya kesepakatan akses jaringan dengan Telefonica Deutschland O2Dn.DE akan mencapai keuntungan tahun ini. Induknya, United Internet DRIG.DE turun 26,1%.

Menambah rangkaian aktivitas M&A baru-baru ini, Play Communications PLY.WA melonjak 37,2% setelah grup telekomunikasi Prancis Iliad ILD.PA mengatakan pihaknya berencana untuk mengakuisisi operator ponsel Polandia tersebut dalam kesepakatan US$ 4,15 miliar).



Simak Video "Eropa Perketat Social Distancing Akibat Naiknya Kasus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)