IHSG Menguat di Tengah Bayang-bayang Resesi RI

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 09:08 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat. IHSG menguat di tengah bayang-bayang resesi Indonesia yang kian nyata.

Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.760.

Pada pembukaan perdagangan, Rabu (23/9/2020), IHSG dibuka menguat 19,22 poin (0,39%) ke level 4.935,315. Sementara indeks LQ45 mengalami penguatan 12 poin ke 4.964.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 27,288.18 (+0.52%), NASDAQ ditutup 10,963.64 (+1.71%), S&P 500 ditutup 3,315.57 (+1.05%). Bursa Amerika Serikat ditutup menguat didorong Sentimen positif dari pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Ia menegaskan kembali bank sentral AS akan mendukung ekonomi selama dibutuhkan.

Saham Amazon menjadi salah satu yang berkinerja paling baik di perdagangan Selasa, melonjak 5.7%. Itu merupakan reli satu hari terbesarnya sejak 20 Juli. Sementara itu, saham-saham teknologi lainnya juga cukup berkinerja baik, dengan Facebook, Alphabet dan Microsoft sama-sama naik lebih dari 2%. Saham Netflix juga naik meski hanya 0.8%. Bursa Asia masih dibuka melemah pagi ini.


Berikut pergerakan Bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 melemah 134 poin ke 23.225.
Indeks Hang Seng menguat 26 poin ke 23.743
Indeks Shanghai menguat 2 poin ke 3.276
Indeks Strait stagnan di 4.964,503.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)