Ekonomi AS Terancam Resesi Double Dip, Dolar Diramal Porak-Poranda

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 11:11 WIB
Melanjutkan tren positif sejak Selasa kemarin, nilai tukar rupiah menguat melawan dolar AS.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ekonom Amerika Serikat (AS) Stephen Roach memperingatkan tahun depan akan terjadi kejatuhan untuk dolar. Hal itu dilihat dari peluang 50% ekonomi AS jatuh ke dalam resesi double-dip.

Resesi double-dip yakni resesi berkelanjutan yang diselingi beberapa periode pertumbuhan dan memburuk lagi sebelum pulih sepenuhnya.

"Defisit akun saat ini di AS, yang merupakan ukuran terbesar dari ketidakseimbangan Internasional kami dengan seluruh dunia, mengalami penurunan rekor pada kuartal kedua," kata Roach dilansir CNBC, Kamis (24/9/2020).

Saat ini, Indeks Dolar AS diperdagangkan di sekitar 94. Ketika Roach memprediksi di 'Trading Nation' Juni lalu, indeks akan jatuh 35%, itu diperdagangkan di sekitar 96.

Saat itu, Roach memperkirakan hal itu akan terjadi dalam satu atau dua tahun ke depan, mungkin lebih. Tapi sekarang, dia melihatnya terjadi pada akhir 2021.

"Kurangnya tabungan dan keinginan untuk tumbuh, kami menjalankan defisit transaksi berjalan ini untuk meminjam simpanan surplus dan itu selalu mendorong mata uang lebih rendah," ucapnya.

Roach, yang merupakan mantan ketua Morgan Stanley Asia dan tinggal di Asia selama epidemi SARS tahun 2003 yang mematikan, juga mengkhawatirkan keadaan pemulihan ekonomi karena kematian akibat virus Corona AS mencapai 200.000.

"Saat kita memasuki musim flu dengan tingkat infeksi baru yang kembali naik dengan angka kematian yang sangat tinggi, risiko gempa susulan bukanlah sesuatu yang dapat Anda abaikan," ucap Roach.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)