Imbas Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, Pasar Keuangan RI Bergairah

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2020 19:05 WIB
rupiah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pasar modal dan keuangan Indonesia hari ini memimpin penguatan di antara pasar negara berkembang di Asia. Semua itu diyakini imbas dari pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Narasi itu diberitakan oleh media asing Reuters. Melansi Reuters, Selasa (6/10/2020), pasar uang dan saham di global mengalami penguatan yang disebabkan semakin pulihnya kondisi Presiden AS Donald Trump. Dengan membaiknya kondisi Trump diharapkan bisa mempercepat paket stimulus AS.

Namun di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik 1,3% yang merupakan tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Sedangkan rupiah juga sempat naik sekitar 1% ke level terkuatnya dalam lebih dari sebulan.

Analis OCBC mengatakan pelaku pasar saham dan uang di Indonesia lebih condong melihat dari dampak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang dipercaya akan membawa dampak positif ke ekonomi RI.

"Sedangkan dampak ekonomi positif kemungkinan hanya akan dirasakan dari waktu ke waktu, karena membantu meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik FDI (investasi langsung asing). Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia masih dapat melakukan reformasi kebijakan yang signifikan meski dalam keadaan yang menantang," kata Ekonom OCBC, Wellian Wiranto.

Pada penutupan hari Senin, saham Indonesia telah jatuh lebih dari 7% sejak akhir Agustus dan rupiah telah melemah lebih dari 1%. Indonesia masih dalam kondisi berjuang melawan tekanan dari pandemi virus corona.

Investor asing juga belakangan mulai menjauhi Indonesia lantaran adanya rencana revisi UU Bank Indonesia (BI) yang salah satunya akan memudarkan independensi bank sentral tersebut.

(das/dna)