Trump Mau Setop Stimulus, Bursa Saham AS Loyo

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 08:37 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Dow merosot pada pada Selasa sore. Penurunan ini terjadi karena Presiden AS Donald Trump memerintahkan untuk mengakhiri stimulus bantuan setelah pemilihan presiden pada November.

Mengutip CNN disebutkan indeks bergerak hingga lebih dari 600 poin atau 1,3%. Kemudian indeks S&P 500 turun 1,4% dan Nasdaq Composite (COMP) turun 1,6%.

"Saya menginstruksikan untuk menghentikan negosiasi hingga pemilihan selesai. Jika saya menang, kami akan mengesahkan RUU Stimulus yang fokus pada pekerja AS dan usaha kecil di AS," cuit Trump di akun Twitternya, dikutip Rabu (7/10/2020).

Pengumuman tersebut muncul beberapa jam setelah Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell menyebut dibutuhkan stimulus yang lebih besar untuk pemulihan ekonomi AS. Dia mengungkapkan rendahnya stimulus bisa berdampak ke perekonomian.

Menurut Trump hal tersebut sangat tidak tepat, dia menilai jika perekonomian AS berjalan sangat baik, pasar saham sudah mencatatkan rekor, angka pengangguran sudah mulai berkurang.

Angka pengangguran di AS pada September tercatat 7,9% turun tajam jika dibandingkan saat puncak krisis. Sejak Februari angka pengangguran di AS tercatat 10,7 juta.

Memang setelah pembatasan yang dilakukan untuk menekan penyebaran Corona, banyak pelaku usaha yang tumbang dan banyak industri yang gulung tikar. Pernyataan Trump ini merupakan pukulan telak untuk pelaku usaha yang mengharapkan banyak stimulus untuk membantu negara ini melewati krisis.

(kil/ara)