Trump atau Biden yang Bisa Bikin Dolar AS Makin Kuat?

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 13:19 WIB
President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden exchange points during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Morry Gash, Pool)
Foto: AP/Morry Gash
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini loyo di era kepemimpinan Presiden Donald Trump. Anjloknya mata uang Paman Sam disebabkan memburuknya ekonomi AS akibat pandemi COVID-19. Beberapa orang berpendapat jika Joe Biden menang pilpres, dia berpotensi meningkatkan nilai tukar dolar AS.

Dikutip dari CNN, Rabu (7/10/2020), indeks dolar AS terhadap euro, yen, dan empat mata uang utama lainnya, turun 3% tahun ini. Penurunan itu terbilang cukup besar.

Namun, secara teori kemenangan Biden akan melemahkan dolar AS. Kemungkinan di kepemimpinannya Biden akan membelanjakan banyak uang untuk stimulus COVID-19 atau infrastruktur. Lebih banyak pengeluaran dapat melemahkan dolar AS, terutama jika Biden juga ingin mengurangi beberapa pemotongan pajak.

Saat ini suku bunga rendah menjadi salah satu faktor melemahnya dolar AS. Beberapa ekonom berpendapat kondisi dolar AS saat ini dirugikan perang dagang yang dilakukan Trump.

Pendiri dan mitra pengelola Acruence Capital, Rob Emrich mengatakan saat ini mata uang Paman Sam telah mencapai titik terendah. Dia memprediksi jika kemenangan di tangan Biden, Emrich memprediksi kebijakan yang dibuat Biden akan lebih selaras dengan norma-norma.

Selain suku bunga dan perang dagang, lemahnya dolar AS juga disebabkan oleh defisit perdagangan. Hal itu akibat konsumen AS lebih banyak membeli barang impor.

Kepala Strategi Investasi Haverford Trust Hank Smith juga berharap Biden tidak secara radikal meningkatkan pajak. Meski akan menguntungkan negara, lebih baik hal itu diselaraskan dengan memperbaiki hubungan perdagangan yang kini buruk.

"Kenaikan tarif pajak mungkin minimal dan penyeimbangnya adalah kebijakan perdagangan yang lebih konstruktif," kata Smith,

Emrich juga menunjukkan bahwa setiap stabilisasi ekonomi akan baik untuk dolar AS karena akan lebih banyak bank sentral global membeli dolar AS untuk menambah cadangan kas mereka. Dolar AS akan menjadi pilihan yang lebih menarik daripada euro, yen, yuan atau mata uang utama lainnya.

Tidak semua orang yakin bahwa kemenangan Biden akan meningkatkan dolar AS. Namun, kurangnya rebound pada dolar AS mungkin bukan hal yang buruk bagi saham.

Wakil presiden dan manajer portofolio Acadian Asset Management, Clifton Hill mengatakan dia setuju bahwa kemenangan Biden dapat mengarah pada stabilitas yang lebih baik di bagian kebijakan perdagangan. Tapi dia berpendapat bahwa Biden akan meningkatkan saham blue chip.

Hill menambahkan, dolar AS yang lebih lemah tidak sepenuhnya merugikan negara. Lemahnya dolar AS membuat ekspor AS lebih menarik bagi konsumen luar negeri. Hal itu akan menguntungkan bagi perusahaan di AS.

(ara/ara)