Trump Setop Pembahasan Stimulus, Harga Minyak dan Saham Anjlok

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 10:41 WIB
President Donald Trump removes his mask as he stands on the balcony outside of the Blue Room as returns to the White House Monday, Oct. 5, 2020, in Washington, after leaving Walter Reed National Military Medical Center, in Bethesda, Md. Trump announced he tested positive for COVID-19 on Oct. 2. (AP Photo/Alex Brandon)
Presiden AS Donald Trump/Foto: AP Photo/Alex Brandon
Jakarta -

Harga minyak turun akibat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan pembahasan dana bantuan hingga berlangsungnya pemilihan umum (pemilu) November.

Dikutip dari CNBC, Rabu (7/10/2020) patokan harga internasional minyak mentah Brent turun 2,06% menjadi US$ 41,77 per barel sementara minyak mentah AS tergelincir 2,31% menjadi US$ 39,73 per barel.

Pasar saham Asia Pasifik terpantau melemah, seperti Nikkei 225 Jepang merosot 0,5% di awal perdagangan. Sementara indeks Topix merosot 0,57% dan Kospi Korea Selatan juga melemah 0,39%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,26% lebih rendah. Sedangkan S & P / ASX 200 berbeda, indeks sahamnya tercatat naik 0,12%.

Keputusan Trump untuk menghentikan negosiasi stimulus COVID-19 di AS disampaikannya sendiri melalui akun Twitternya. Pada ciutannya dia menuliskan telah menginstruksikan perwakilannya untuk berhenti bernegosiasi hingga pemilu usai.

"Negosiasi akan dilanjutkan ketika saya menang dan akan disahkan RUU Stimulus Utama yang berfokus pada tenaga kerja dan bisnis kecil," tulis Trump.

Menurut ahli strategi mata uang di National Australia Bank Rodrigo Catril, keputusan yang diambil Trump menjadi tantangan baginya sendiri di masa kepemilihannya. Dia mengungkap dalam sejarah jika penyelenggaraan pemilu di saat ekonomi melemah presiden yang memimpin saat itu tidak akan terpilih kembali.

Catril menjelaskan saat ini yang menjadi tantangan bagi Trump bagaimana dirinya meyakinkan warga AS bahwa kondisi ekonomi sekarang bukan kesalahannya. Hal itu perlu dilakukan jika Trump ingin kembali terpilih menjadi Presiden AS selanjutnya.

Saham di Wall Street tercatat anjlok setelah pengumuman dari Trump. Indeks saham Dow Jones Industrial Average ditutup 375,88 poin lebih rendah, atau anjlok 1,3%. S&P 500 1,4% lebih rendah menjadi 3,360,95, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,6% menjadi 11.154,60.

Indeks dolar AS naik menjadi 93,824 yang sebelumnya 93,6. Yen Jepang diperdagangkan 105,64 per dolar, melonjak dari level sekitar 105 pekan lalu. Dolar Australia ikut anjlok US$ 0,7107 setelah level di atas US$ 0,715 kemarin.

(ara/ara)