Saham Apple cs Bikin Wall Street Terbang Tinggi

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 08:40 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup penguatan yang cukup signifikan. Penguatan Wall Street didorong oleh ekspektasi paket stimulus bantuan pandemi COVID-19 yang disiapkan pemerintah AS dan reli saham Amazon, Apple dan saham teknologi lainnya jelang musim laporan laba kuartalan.

Melansir Reuters, Selasa (13/10/2020) saham Apple Inc melonjak 6,4% jelang acara yang akan digelar perusahaan pada hari ini. Diharapkan acara itu mengungkap seri iPhone terbaru. Nilai pasar saham perusahaan pun bertambah US$ 128 miliar.

Lalu saham Amazon menguat 4,8% menjelang acara belanja tahunan Prime Day pada 13 dan 14 Oktober. Saham Microsoft melonjak 2,6% yang mendorong penguatan indeks teknologi informasi S&P 500 2,7%.

Penguatan S&P 500 itu berada sekitar 1% di bawah rekor penutupan tertinggi dari 2 September. Kondisi indeks juga hampir pulih dari trend pelemahan pada bulan lalu sebesar 9%.

"Apple sedang meroket, sedang ada euforia di perusahaan itu. Pemimpin pasar sekali lagi adalah sektor teknologi, didukung oleh fakta bahwa ekonomi terus berkembang," kata kepala eksekutif Ladenburg Thalmann Asset Management, Phil Blancato.

Selain itu sentimen optimis mendominasi setelah pemerintahan Trump pada hari Minggu meminta Kongres untuk mengesahkan RUU bantuan virus Corona. Sebelumnya RUU itu dilucuti karena negosiasi tentang paket stimulus yang lebih besar mengalami perlawanan.

"Sepertinya pemerintah menginginkan kesepakatan terjadi sebelum pemilihan (presiden). Sekarang terserah Senat Republik untuk mencari tahu seberapa besar jumlahnya," kata Direktur Perdagangan Performance Trust Capital Partners, Brian Battle.

Banyak investor memandang kandidat Demokrat Joe Biden cenderung akan menaikkan pajak bagi dunia keungan. Para investor selama berbulan-bulan cenderung lebih menyukai Trump untuk bisa melanjutkan masa jabatannya. Sebab Trump dipandang lebih pro deregulasi yang dianggap lebih baik untuk pasar saham secara keseluruhan.

Namun, dengan meningkatnya ekspektasi akan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden bulan depan, investor semakin menunjuk pada potensi keuntungan dari kepresidenan Biden, seperti belanja infrastruktur yang lebih besar dan ketidakpastian perdagangan global yang berkurang.

Hasil survei yang dikumpulkan oleh RealClearPolitics menunjukkan bahwa 67% Biden akan menang dan peluang untuk Trump hanya 33%.

Kembali ke pasar saham, hasil laporan keuangan dari bank-bank besar AS akan menjadi fokus minggu ini. JPMorgan & Co dan Citigroup akan melaporkan kinerjanya pada hari Selasa.

Secara keseluruhan, analis memperkirakan pendapatan kuartal ketiga untuk perusahaan S&P 500 turun 21% dari tahun sebelumnya, lebih kecil dari penurunan 31% pada kuartal kedua.

Dow Jones Industrial Average naik 0,88% menjadi 28.837,52, sedangkan S&P 500 naik 1,64% menjadi 3.534,22. Nasdaq Composite naik 2,56% menjadi 11.876,26.

(das/eds)