Merger Bank Syariah BUMN, Saham Perusahaan Ini Melesat 16%

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 10:03 WIB
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/2/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jatuh 81,234 poin (1,70%) ke level 4.697,560.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Adanya rencana penggabungan tiga bank syariah BUMN membuat harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) melonjak pada perdagangan pagi ini.

Informasi merger ini diketahui dari undangan konferensi pers yang akan dilaksanakan oleh Kementerian BUMN sore nanti. Mengutip data perdagangan RTI, Selasa (13/10/2020), pada pukul 9.33 WIB, saham BRIS melesat 16,11% ke level Rp 1.045/saham.

Saham BRI Syariah dibuka pada perdagangan pagi ini di level Rp 920/saham, sempat mencapai level tertinggi di Rp 1.125/saham. Nilai transaksi saham BRIS berada di angka Rp 484,39 miliar dan volume perdagangan 458,54 juta lembar saham.

Kementerian BUMN memutuskan untuk menggabungkan seluruh entitas bisnis bank syariah milik bank-bank BUMN (Himbara). Dengan dilakukannya merger bank syariah BUMN akan menjadi sejarah baru bagi industri perbankan syariah nasional.

Ada 3 bank syariah BUMN yang akan dimerger yakni PT BRI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah. Kabarnya penandatanganan MoU untuk merger itu sudah dilakukan kemarin.

Hari ini rencananya akan dilakukan konferensi pers terkait hasil MoU tersebut. detikcom mendapatkan undangan dengan tajuk konferensi pers Penandatanganan Conditional Merger Agreement Bank BUMN Syariah.

Acara ini akan dihadiri Ketua Tim Project Management Office & Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Hery Gunardi, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Sis Apik Wijayanto dan Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Ngatari.

(toy/fdl)