Omo! Harga Saham Agensi BTS Meledak Bak Dynamite

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 08:44 WIB
Fashion BTS dalam MV Dynamite
Foto: Facebook BTS
Jakarta -

Big Hit Entertainment membuat debut di pasar saham yang mengesankan. Agensi hiburan yang menaungi boy band Korea Selatan (Korsel) ini baru saja melakukan debut di lantai bursa saham Korsel.

Dilansir Soompi, Kamis (15/10/2020), hari ini merupakan kali pertama Big Hit Entertainment resmi terdaftar di Korea Composite Stock Price Index (KOSPI).

Saham Big Hit muncul dengan penawaran awal seharga 135.000 won atau sekitar US$ 118, yang juga setara dengan Rp 1,7 juta (kurs Rp 14.700).

Saat bel pembukaan perdagangan berbunyi pada pukul 09.00 waktu setempat, harga saham Big Hit Entertainment langsung naik dua kali lipat. Saham agensi BTS meroket menjadi 270.000 won atau sekitar US$ 235, yang juga setara dengan Rp 3,4 juta. Meroketnya harga saham agensi BTS seperti meledaknya lagu Dynamite yang merajai tangga lagu Billboard.

Kemudian memasuki pukul 09.45 waktu setempat, saham Big Hit Entertainment kembali meroket dan dijual dengan harga yang lebih tinggi. Sahamnya naik menjadi 300.500 won sekitar US$ 262, yang setara Rp 3,8 juta.

Pendiri dan CEO Big Hit Entertainment, Bang Si Hyuk mengaku bersyukur dengan capaian yang diterima pihaknya. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mendukung Big Hit.

"Terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan dan bantuan mereka kepada Big Hit dan memungkinkan kami untuk go public hari ini. Terima kasih untuk semua penggemar yang mempercayai dan mencintai artis dan konten Big Hit kepada artis kami yang membuat kami bangga, dan untuk semua staf juga," kata Bang.

Bang juga menyatakan pihaknya akan bertanggung jawab dengan nilai saham Big Hit karena perusahaan sudah menjadi milik publik. Dia akan berusaha terus menaikkan dan mempertahankan nilai saham.

"Karena Big Hit sekarang menjadi perusahaan publik, kami akan mengambil tanggung jawab yang dalam untuk setiap pemegang saham. Kami akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan nilai pemegang saham," ujar Bang.

(ara/ara)