Terseret Bursa Regional, IHSG Anjlok Lagi 19,6 Poin
Rabu, 18 Jan 2006 16:30 WIB
Jakarta - Merosotnya hampir seluruh bursa regional yang dimotori Indeks Nikkei, ikut menyeret lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) kembali ke teritori negatif.Pada penutupan transaksi Rabu (18/1/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok 19,674 poin pada level 1.193,196. Penurunan indeks ini terjadi dalam lima hari berturut-turut yang diikuti dengan nilai transaksi yang tinggi.Menurut Alfiansyah, analis dari Sinarmas Sekuritas, penurunan indeks Nikkei hingga 464 poin karena kasus emiten IT bernama Livedoor yang memicu penurunan saham IT."Kasus di Nikkei juga mengimbas kepada BEJ," ujar Alfian.Selain itu, melemahnya rupiah juga membuat investor kembali melepas saham hampir di semua sektor yang dimilikinya.Indeks LQ-45 turun 4,728 poin pada level 261,790, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,963 poin pada level 206,929, Main Board Index (MBX) turun 5,809 poin pada level 328,617 dan Development Board Index (DBX) turun 2,193 poin pada level 230,116.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 17.511 kali, pada volume 1.452.553 lot saham, senilai Rp 1,045 triliun. Sebanyak 24 saham naik, 93 saham turun dan 246 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 10.400, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 275 menjadi Rp 4.250, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 6.050, United Tractors (UNTR) turun Rp 75 menjadi Rp 3.700 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 70 menjadi Rp 1.740.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 60 menjadi Rp 1.060, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 8.150, Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 20 menjadi Rp 800, Barito Pacific Timber (BRPT) naik Rp 20 menjadi Rp 640 dan Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 10 menjadi Rp 1.770.
(ir/)











































