Ocehan Trump Bikin Investor Keblinger

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 10:10 WIB
President Donald Trump speaks during a campaign rally at John Murtha Johnstown-Cambria County Airport, Tuesday, Oct. 13, 2020, in Johnstown, Pa. (AP Photo/Evan Vucci)
Foto: AP/Evan Vucci
Jakarta -

Informasi yang akurat mengenai pasar saham sangat berharga bagi investor, terutama di tengah pandemi COVID-19 yang telah mengancam ekonomi Amerika Serikat (AS). Namun, sayangnya informasi yang akurat itu sulit ditemukan.

Dikutip dari CNN, Jumat (16/10/2020) sejauh ini nasib pasar saham hanya terpengaruh dari laporan The New York Times. Seperti awal tahun ini tim ekonomi dari Presiden AS Donald Trump mengkhawatirkan pandemi yang akan membayangi ekonomi AS.

Namun, bertolak belakang dengan Trump sendiri yang menyerukan di akun Twitter pribadinya bahwa pandemi COVID-19 sangat terkendali dan dia juga mengklaim pasar saham AS terlihat membaik. Mendengar seruan itu konsultan investasi besar memperingatkan kliennya bahwa saham akan anjlok.

Setelah dari seruan Trump, 11 Maret lalu S&P 500 anjlok 20% tercepat dari rekor tertinggi dalam sejarah AS. Dalam rentang waktu hanya beberapa minggu, triliunan dolar dari nilai pasar musnah karena besarnya pengaruh pandemi COVID-19.

Meskipun Times melaporkan bahwa arahan Trump tidak melanggar UU apapun, namun seruan itu membuat orang juga terpengaruh untuk membeli saham di tengah krisis. Investor besar mungkin tidak dirugikan sebab dia memiliki konsultan investasi yang baik dibandingkan investor lainnya. Tidak bisa dipungkiri saat itu banyak investor yang merugi.

Veteran Wall Street Nicholas Colas menyarankan lebih baik investor memiliki konsultan investasi untuk mendapatkan informasi yang lebih baik mengenai pasar saham. Menggunakan konsultan investasi dikenakan biaya US$ 100 ribu bahkan bisa lebih mahal.

"Dalam kasus ini, peringatan dari konsultan investasi atas arahan Trump terbukti cukup akurat. Tapi tidak ada jaminan bahwa konsultan itu benar," kata Colas.

Namun, tidak semua mampu menggunakan konsultan investasi. Saat pandemi COVID-19 banyak investor yang mengalami penurunan pendapatan dalam postofolio investasinya.

Pandemi COVID-19 membuat laju pasar saham mudah berubah-ubah, cepat untuk rebound dan cepat anjlok. Meskipun sekarang pasar saham sepenuhnya pulih dari kerugiannya, sebagian besar belum pulih. Seperti penjual tiket konser Live Nation sahamnya masih turun 25% tahun ini, sedangkan United Airlines (UAL) turun 61%. Karnaval raksasa kapal pesiar, sahamnya anjlok 72%.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengelak bahwa Trump membuat kesalahan pada prediksi pasar saham AS. Mnuchin berpendapat sejauh ini banyak investor yang memiliki pandangan sendiri mengenai nasib pasar saham. Saat ini investor disarankan untuk tidak menerima pernyataan publik dari pemerintahan Trump mentah-mentah.

(fdl/fdl)