Corona Bukan Halangan, 40 Emiten Melantai di Bursa Selama Pandemi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 17:28 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pasar modal masih menjadi tempat yang menarik bagi perusahaan untuk mencari pendanaan. Hal ini tercermin dari banyaknya perusahaan yang mencari pendanaan melalui penawaran saham atau initial public offering (IPO).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga September 2020 sudah ada 40 perusahaan yang melakukan IPO. Adapun nilai dari IPO ini Rp 4,51 triliun.

"Perkembangan pasar modal setahun terakhir Januari sampai sekarang seperti disampaikan walaupun dalam kondisi COVID, masih ada seitar 40 perusahaan yang melantai di bursa," kata Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa OJK, M Maulana dalam acara Capital Market Summit & Expo 2020, Senin (19/10/2020).

Dia mengungkapkan, adapun secara total dana yang diraih dari pasar modal hingga September 2020 ialah Rp 85,90 triliun. Itu terdiri dari IPO 4,51 triliun, penawaran umum terbatas (PUT) Rp 13,55 triliun dan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) Rp 67,84 triliun.

Dia mengatakan, hal itu menunjukkan jika pasar modal masih berkembang di saat pandemi. Meski, nilai emisi masih lebih kecil dibanding tahun 2019.

Tahun lalu, total dana yang diraih dari pasar modal mencapai Rp 166,55 triliun.

"Artinya apa pasar modal kita tetap berkembang. Memang dari segi nilai emisi sedikit penurunan tahun 2019. Nilai emisi IPO, right issue Rp 166 triliun. Sampai bulan September Rp 85 triliun, kita harapkan tembus Rp 100 triliun," katanya.



Simak Video "Tips Aman Berkegiatan Sehari-hari Agar Bebas Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)