Bursa Saham AS Mendung Menanti Stimulus

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 09:24 WIB
Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Harga saham di bursa Wall Street bergerak sangat liar. Indeks Dow Jones sempat berada di level tertinggi dan kemudian terperosok ke zona merah pada akhir perdagangan.

Pada perdagangan pagi, indeks memang dibuka melonjak karena pasar masih berharap lebih dengan stimulus dari pemerintah AS yang akan diberikan menjelang pemilu.

Namun harapan itu pupus, indeks Dow Jones ditutup merosot 1,4% atau 411 poin, lalu S&P ditutup turun 1,6%.

Nasdaq Composite juga turun 1,7% selama lima hari berturut-turut. Analis Senior Oanda Edward Moya mengungkapkan saham AS memang terurs merosot karena stimulus gagal disepakati.

"Ini karena stimulus yang diminta sebelum pemilu gagal disepakati," kata Moya dikutip dari CNN, Selasa (20/10/2020).

Ketua DPR Nancy Pelosi mengungkapkan kesepakatan stimulus ini memang harus disahkan sebelum pemilihan.

Pada bulan Oktober 1987 juga terjadi jatuhnya harga saham besar-besaran. Indeks Dow dan S&P merosot lebih dari 20% dalam satu hari.

(kil/fdl)