Jumlah Pelanggan Baru Meleset, Saham Netflix Anjlok 5%

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 16:47 WIB
ISTANBUL, TURKEY - MARCH 23:  The Netflix App logo is seen on a television screen on March 23, 2018 in Istanbul, Turkey. The Government of Turkish President Recep Tayyip Erdogan passed a new law on March 22 extending the reach of the countrys radio and TV censor to the internet.  The new law will allow RTUK, the states media watchdog, to monitor online broadcasts and block content of social media sites and streaming services including Netflix and YouTube. Turkey already bans many websites including Wikipedia, which has been blocked for more than a year. The move came a day after private media company Dogan Media Company announced it would sell to pro-government conglomerate Demiroren Holding AS. The Dogan news group was the only remaining news outlet not to be under government control, the sale, which includes assets in CNN Turk and Hurriyet Newspaper completes the governments control of the Turkish media.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Netflix/Foto: Chris McGrath/Getty Images
Jakarta -

Saham Netflix turun 5% setelah dirilisnya laporan keuangan. Meski pada laporan keuangan Netflix berhasil mencapai target pendapatannya, tetapi perusahaan gagal meraih kenaikan harga sahamnya.

Dikutip dari TechCrunch, Rabu (21/10/2020), ada beberapa sebab mengapa saham Netflix anjlok, di antaranya laporan pendapatan yang beragam, tarif pembayaran pelanggan baru yang mengecewakan, dan tidak terarahnya panduan dalam sistem.

Sebelumnya, Netflix memperkirakan pendapatannya mencapai US$ 6,33 miliar setara Rp 92 triliun (kurs Rp 14.680), pendapatan operasional US$ 1,25 miliar (Rp 18 triliun), dan laba bersih sekitar US$ 954 juta (Rp 13 triliun). Harga saham diperkirakan akan mencapai US$ 2,09 per lembarnya.

Netflix melaporkan pendapatannya naik menjadi US$ 6,44 miliar (Rp 94 triliun), pendapatan operasional US$ 1,32 miliar (Rp 19 triliun). Tetapi harga saham anjlok ke US$ 1,74, sehingga laba bersih menjadi US$ 790 juta (Rp 11,5 triliun).

Perusahaan juga berhasil mencapai ekspektasi pendapatan dari analis sebesar US$ 6,38 miliar (Rp 93,6 triliun). Namun, tidak memenuhi perkiraan laba saham US$ 2,13.

Selain saham yang anjlok, pelanggan baru Netflix juga meleset pada kuartal-III 2020. Pada kuartal II perusahaan memperkirakan pelanggan baru sebanyak 2,5 juta. Namun, Netflix melaporkan hanya ada 2,2 juta pelanggan. Bahkan Netflix tidak mencapai ekspektasi analis yang memperkirakan bertambah 3,3 juga pelanggan.

Netflix berharap untuk kuartal IV pendapatan akan naik menjadi US$ 6,57 miliar (Rp 96 triliun), pendapatan operasional US$ 885 juta (Rp 12,9 triliun), laba bersih US$ 615 juta (Rp 9 triliun), dan laba per saham US$ 1,35. Pelanggan baru juga diharapkan naik menjadi 6 juta pelanggan.

Terlepas dari itu, laporan keuangan ini tidak akan mengubah harga saham Netflix terlalu jauh dari harga tertinggi baru-baru ini.

(ara/ara)