Perusahaan AS Yakin Cuan, Investor Girang

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 21:29 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Perusahaan-perusahaan AS yang tercatat dalam indeks S&P 500 sepertinya lebih optimistis dalam menghadapi kuartal terakhir di 2020. Hal itu tercermin dari panduan yang dikeluarkan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan.

Melansir Reuters, Minggu (25/10/2020), sebanyak 73 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah mengeluarkan strateginya untuk meningkatkan pendapatan di kuartal ini. Meskipun jumlah itu turun dari biasanya sebanyak 170 perusahaan yang mengeluarkan panduan untuk meningkatkan pendapatan menurut data Refinitiv.

Perusahaan yang menawarkan panduan memberikan ekspektasi paling bullish dalam data Refinitiv sejak tahun 1997.

"Jika sebuah perusahaan dapat menawarkan panduan, itu menunjukkan bahwa mereka dapat memiliki gagasan yang lebih baik tentang apa yang akan terjadi," kata Charlie Ripley, ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management.

Pasar AS saat ini juga tengah diterpa arus silang terkait dengan pemilihan presiden AS pada 3 November. Hal itu menimbulkan asumsi terkait pembicaraan stimulus fiskal di Washington dan pandemi yang muncul kembali. Namun, investor tampaknya lebih menaruh harapan besar terhadap sisa beberapa bulan tahun ini.

Lima puluh persen dari investor AS dengan kekayaan bersih yang cukup tinggi yang disurvei oleh UBS Global Wealth Management menyuarakan optimisme terhadap ekonomi. Sebanyak 55% optimistis terhadap pasar saham. Angka itu naik dari survei yang dilakukan 3 bulan sebelumnya 41%.

Memang indeks S&P 500 tercatat naik hampir 7% tahun ini. Jika dibandingkan awal Oktober indeks ini sudah naik 2,2% .

Sejauh kuartal ini, saham AT&T Inc T.N, Verizon Communications Inc VZ.N, dan Quest Diagnostics Inc DGX.N telah menguat setelah masing-masing perusahaan memberikan panduan terbaru kepada investor tentang bagaimana strategi mereka untuk meningkatkan pendapatan.

Minggu depan, investor akan disajikan begitu banyak laporan keuangan. Mulai dari Beyond Meat Inc BYND.O dan Microsoft Corp MSFT.O hingga Pinterest Inc. PINS.N dijadwalkan untuk melaporkan hasil keuangannya.

Microsoft, secara khusus, harus mengungguli pedoman konservatifnya berkat pengiriman PC yang kuat dan pertumbuhan cloud computing platform Azure, kata J. Derrick Wood, seorang analis di Cowen.

Hampir 86% perusahaan yang telah melaporkan laba sejauh ini telah mengalahkan ekspektasi analis. Lebih tinggi dari rata-rata sejak 1994, menurut data Refinitiv.

Namun, para investor seperti Nixon lebih melihat pada perusahaan yang dapat meningkatkan strategi untuk melakukan pembiayaan kembali utangnya, meningkatkan kasnya dan melakukan efisiensi. Terlepas dari pandemi atau rencana kebijakan stimulus pemerintah AS.

Pemerintah AS dan kongres masih dalam proses negosiasi untuk RUU bantuan virus corona lainnya. Meskipun Senate Majority Leader Mitch McConnell memberikan sinyal bahwa dia mungkin tidak akan mengajukan RUU tersebut sampai setelah pemilihan selesai.

Perusahaan dalam indeks S&P 500 kemungkinan akan membukukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata hingga 25% tahun depan. Pertumbuhan itu bisa terjadi karena tekanan yang dialami perusahaan tahun ini.

(das/dna)