Aigo! Sepekan Debut di Lantai Bursa, Saham Agensi BTS Turun Tajam

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 08:15 WIB
In this video grab issued Sunday, Aug. 30, 2020, by MTV, BTS performs Dynamite during the MTV Video Music Awards. (MTV via AP)
Foto: Dok. AP
Jakarta -

Lebih dari sepekan, Big Hit Entertainment telah melakukan penawaran umum perdana atau IPO di Bursa Saham Korea. Harga saham perdananya di level 135 ribu won Korsel sempat melejit hingga 90% ke level 258 ribu won Korsel di hari perdananya.

Namun siapa sangka awan gelap menghampiri harga saham agensi dari grup BTS (Bangtan Sonyeondan) itu lebih cepat. Saham Big Hit turun tajam di hari-hari berikutnya.

Harga sahamnya bahkan sudah keburu anjlok lebih dari 20% pada hari kedua perdagangan. Hanya dalam dua hari, nilainya turun 150 ribu won Korsel dari harga tertinggi di level 351 ribu won Korsel.

Kini harga sahamnya tercatat bertengger di level 172,5 ribu won Korsel atau turun 7.500 poin (4,17%) dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan grafik perdagangannya, dalam lima hari terakhir saham Big Hit Entertainment Co Ltd terus melandai.

Melansir Allkpop, Senin (26/10/2020), penurunan tajam saham Big Hit diprediksi karena harganya yang terlalu naik tajam. Pembelian saham Big Hit juga banyak dilakukan oleh investor awam atau amatir yang diketahui malah mengeluh di komunitas saham online. Mereka menjadi cemas karena hilangnya nilai saham mereka.

"Apakah mungkin mendapatkan pengembalian dana untuk saham Big Hit?" kata salah satu investor dalam komunitas saham online tersebut.

Investor lain bahkan menyatakan ini adalah pertama kalinya dia membeli saham dan berinvestasi di Big Hit Entertainment dengan dana pernikahannya.

"Ini belum 24 jam, tetapi mungkinkah mendapatkan pengembalian dana jika saya membuktikan pembelian pertama saya dan mengirimkan petisi?" tulisnya.

"Kucing saya tidak sengaja menekan tombol pembelian, apakah saya bisa mendapatkan pengembalian dana? Saya mendengar jika Anda menulis surat permintaan maaf, Anda bisa mendapatkan pengembalian dana." tulis pernyataan lainnya.

Tampaknya banyak investor amatir atau pemula yang berinvestasi di Big Hit. Lagi pula, daya tarik dari perusahaan label ini yang dominan mengandalkan BTS juga menjadi ancaman tersendiri.

BTS seakan menjadi satu-satunya aset perusahaan yang menarik perhatian investor. Besarnya nilai perusahaan itu hampir seluruhnya berkat ketenaran BTS. Boyband itu menyumbang 97% dari penjualan Big Hit tahun lalu.

Padahal bagi perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari bakat selebritas mana pun pasti memiliki berbagai potensi masalah, mulai dari skandal hingga tragedi yang tak terduga. Belum lagi risiko lain yang tengah mengintai seperti kebijakan wajib militer di Korsel.

(eds/eds)