Prediksi Jumlah Pengguna Meleset, Saham Twitter Anjlok 14%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 17:20 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Saham Twitter anjlok hingga 14% pada perdagangan di hari Kamis. Hal ini terjadi setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan pengguna yang jauh dari prediksi Wall Street.

Dilansir dari CNN, Jumat (30/10/2020), pengguna aktif harian Twitter tumbuh 1 juta dari kuartal terakhir menjadi 187 juta pengguna. Tapi jumlah itu jauh dari prediksi analis yang menyebutkan Twitter bisa memiliki 195 juta pengguna aktif harian.

Sisi baiknya, Twitter membukukan pendapatan sebesar US$ 936 juta atau sekitar Rp 13,6 triliun (dalam kurs Rp 14.600).

Jauh melebihi ekspektasi analis sebesar US$ 777 juta atau sebesar Rp 11,3 triliun. Pendapatan itu naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Twitter juga melaporkan hari Kamis bahwa pendapatan iklannya mencapai US$ 808 juta, naik 15%.

Perusahaan itu mengumumkan setahun lalu bahwa mereka akan menghentikan semua iklan politik, dengan mengatakan bahwa jangkauan pesan politik harus diperoleh, bukan dibeli.

Dalam rilis pendapatannya, Twitter menekankan bahwa kesehatan percakapan di platform terus menjadi prioritas utama karena berfungsi untuk mengurangi penyalahgunaan dan informasi yang salah pada platform.



Simak Video "Twitter Perketat Akses Pengguna soal Cuitan Menyesatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)