Wow! Pilpres AS 2020 Bisa Bikin IHSG Melambung ke Level 5.400

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2020 15:08 WIB
Pilpres AS: Siapa yang unggul dalam jajak pendapat, Donald Trump atau Joe Biden?
Foto: BBC World
Jakarta -

Sepanjang pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan bakal menguat ke level 5.400. Hal itu dipicu oleh sentimen pemilihan presiden AS (pilpres AS) ditambah sentimen telah ditandatangani UU Cipta Kerja oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"IHSG dibuka menguat kan, ada kemungkinan ini dalam sepekan itu IHSG itu di 5.100 sampai 5.400 an," ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada detikcom, Selasa (3/11/2020).

Ibrahim menjelaskan pilpres AS memberi rasa aman kepada para investor untuk mulai mengalihkan dananya ke instrumen investasi yang lebih berisiko. Tak hanya itu, investor cenderung lebih tertarik ke negara-negara berkembang yang menawarkan suku bunga yang lebih tinggi ketimbang negara asalnya. Apalagi, pilpres ini juga menentukan cairnya stimulus fiskal AS.

Ditambah telah ditandatanganinya UU Cipta Kerja semakin memberi rasa aman ke investor untuk menaruh dananya di Indonesia.

"Untuk harga saham gabungan kemungkinan besar dampak dari UU Cipta Kerja yang ditandatangani oleh pemerintah kemudian Pilpres AS itu begitu luar biasa sehingga pelaku pasar condong merasa aman, bahkan mengakibatkan pelaku pasar kembali lagi mengalihkan investasinya yang tadinya di emas akan mengalihkan investasinya di saham dan obligasi sehingga wajar kalau seandainya IHSG kembali lagi mengalami penguatan," paparnya.

Demikian juga menurut Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, IHSG diramal menguat. Namun, hanya sampai level 5.200

"IHSG melemah 13 point membentuk candle dengan body naik kecil dan shadow di bawah lebih panjang indikasi perlawanan atas tekanan turun. IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 5.073 sampai 5.000 dan resistnace di level 5.158 sampai 5.200," urainya.

IHSG menguat juga ditopang oleh penguatan saham perbankan dan saham resources seperti Bank Permata (BNLI) dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

"BNLI berpeluang menguat, area akumulasi di level 1,945 sampai 2.240. Area cut loss bila turun di bawah level 1.900 dan target penguatan ke level 2.350 sampai 2.840," paparnya.

"INDY berpeluang menguat, area akumulasi di level 920 sampai 950. Area cut loss bila turun di bawah level 900 dan target penguatan ke level 990 sampai 1,030," tambahnya.



Simak Video "Bahlil Sebut Rata-rata Pebisnis Minta Pilpres Diundur, KSP Bilang Begini"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)