Indonesia Resesi, IHSG Tancap Gas ke 5.292

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 09:12 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat 34 poin (0,61%) ke level 5.292. IHSG melanjutkan penguatan pagi ini usai pengumuman Indonesia resesi.

Sementara itu indeks LQ45 juga sejalan dengan IHSG. Indeks LQ45 menguat 3,4 poin (0,42%) ke level 819.

Sedangkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14,360.

Bursa saham AS masih terus menguat setelah pemilu menunjukkan bahwa Joe Biden unggul dan beberapa negara bagian yang memiliki kursi senat cukup banyak mulai disusul oleh supporter Joe Biden.

Investor tetap was-was karena dengan senat yang dikuasai oleh demokrat, maka pajak akan lebih tinggi dan dapat menekan pertumbuhan EPS perusahaan di AS. Artinya investor ingin Joe Biden menjadi presiden tetapi Republikan di senat.

Selain itu Republikan meminta untuk menghitung ulang voting yang di Wisconsin. Bursa Asia dibuka menguat, investor masih fokus pada pemilu di AS. Investor juga akan memonitor keputusan suku bunga dari Reserve Bank of Australia yang diprediksi tidak berubah.

Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei menguat 231 poin ke 24.348
Indeks Hang Seng menguat 58 poin ke 25.754
Indeks Shanghai melemah 6,7 poin ke 3.313
Indeks Strait Times melemah 23 poin ke 2.564

(ara/ara)