Kenapa Investor Girang Jika Biden Menang?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 09:31 WIB
Bursa Saham Wall Street
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Wall Street makin menguat di puncak penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Satu pekan penuh Wall Street berada di zona hijau sebab tiga indeks saham menunjukkan kondisi terbaiknya, berbanding terbalik dengan posisi di bulan Maret-April.

Selama satu pekan ini,Indeks saham Dow (INDU) naik lebih dari 7%. Lalu S&P 500 (SPX) telah meningkat hampir 8%, dan Nasdaq Composite (COMP) telah melonjak 9%.

Dilansir dari CNN, Jumat (6/11/2020), pada perdagangan semalam, Dow ditutup naik 2% atau 543 poin, sementara S&P naik 1,9%. Lalu, Nasdaq juga naik 2,6%.

Tak hanya menyoroti Calon Presiden (Capres) Joe Biden yang terus mengungguli Presiden Donald Trump, investor semakin pede karena kombinasi pemerintahan AS antara Partai Demokrat dan Republik dinilai akan menciptakan kebijakan yang moderat. Hal itu juga dikatakan oleh Chief Market Strategist JPMorgan Funds David Kelly. Mulai dari perubahan kebijakan dinilai tak akan menyapu bersih kebijakan sebelumnya, tapi dilakukan secara bertahap. Kondisi inilah yang membuat investor lega, dan ekstremisme dinilai akan sangat minim.

Meski Biden punya kebijakan yang agresif, misalnya menaikkan pajak-pajak perusahaan yang juga membuat pasar khawatir, namun kehadiran Partai Republik di posisi Senat dan Kongres (yang berbagai dengan Partai Demokrat) akan menahan semua rencana itu.

Begitu juga dengan stimulus fiskal yang rencananya akan diminimalisir oleh Biden. Namun, dengan kekuatan Federal Reserve atau The Fed, stimulus dijamin masih ada. The Fed sendiri akan menetapkan suku bunga yang masih rendah untuk beberapa tahun ke depan demi pemulihan ekonomi dari dampak virus Corona (COVID-19).

Pada intinya, pasar akan mendapatkan stimulus tanpa adanya ketakutan kenaikan pajak yang agresif, perubahan regulasi yang drastis, dan The Fed tetap memegang kendali suku bunganya.

Hal ini juga membuat investor masuk ke saham-saham teknologi seperti Amazon (AMZN) dan Microsoft (MSFT) yang dapat berkembang. Saham-saham tersebut memang bersinar selama pandemi. Namun, dengan kombinasi pemerintahan itu, saham-saham digital diyakini akan tetap kuat pasca pandemi COVID-19.

Selain itu, perdebatan antara kedua Capres juga ternyata tak mempengaruhi kinerja Wall Street. Begitu juga dengan tuduhan Trump bahwa perhitungan suara Pilpres tidak berdasarkan integritas.



Simak Video "Tegang Jelang Pelantikan Biden: Pemakzulan Trump-Demo Bersenjata"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)