Garuda Rugi Rp 15 T, Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Borong Sahamnya

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2020 14:14 WIB
Ustaz Yusuf Mansur
Ustaz Yusuf Mansur/Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Ustadz Yusuf Mansur ikut mengomentari kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sebagaimana diketahui, emiten berkode saham GIAA itu kembali mencatatkan kerugian terimbas pandemi COVID-19 mencapai US$ 1,07 miliar setara Rp 15,58 triliun (kurs Rp 14.500) pada akhir kuartal III-2020.

Dilihat dari laman Instagram pribadinya, tampak Yusuf Mansur mengunggah tangkapan layar artikel media online yang melaporkan kinerja keuangan Garuda. Di bagian caption unggahan tersebut, Yusuf membagikan pandangannya terkait performa keuangan maskapai pelat merah itu.

Yusuf Mansur optimistis kerugian GIAA sebenarnya bukan perkara besar. Keuangan GIAA bisa diselamatkan oleh masyarakat Indonesia dengan modal kecil. Lantaran, menurutnya masa depan ekonomi Indonesia lebih mengandalkan perekonomian rakyat.

Perekonomian rakyat yang ia maksud adalah perekonomian yang kembali pada sistem koperasi. Namun, koperasi di masa depan itu berbentuk saham. Dengan gerakan masif masyarakat membeli saham Garuda Indonesia, diyakini maskapai pelat merah ini bisa segera bangkit dari keterpurukannya.

"Ga usah pusing nih Garuda contohnya. Biar disuntik permodalan oleh rakyat secara direct, secara langsung. Lewat koperasi. Rakyat berduyun-duyun, berbondong-bondong, menjadi pemegang saham baru," tulis Yusuf Mansur dikutip dari Instagram pribadinya @yusufmansurnew, Sabtu (7/11/2020).

Ia mencontohkan dirinya sendiri yang menjadi salah satu pemegang saham emiten perbankan syariah PT Bank BRI Syariah Tbk. Siapa sangka, emiten yang tadinya tak begitu dilirik investor ini perlahan nilainya merangkak naik seiring dengan isu merger.

"Masyarakat lewat koperasi, membeli saham BRIS. Sbb berkah kali, masyarakat yang ikutan saham, untung banget di BRIS. Alhamdulillah. Ini kalau disamain, Garuda ga akan puyeng juga. Termasuk soal utang yang berbunga. Sebab rakyat udah akan cukup bangga dengan keadaan asli, bahwa rakyat bisa memiliki Garuda secara korporasi," sambungnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2