Minuman Alkohol Mau Dilarang, Pemprov DKI Tambah Saham di Anker Bir

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 13:35 WIB
saham anker bir
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis
Jakarta -

RUU Larangan Minuman Beralkohol kembali menjadi sorotan setelah dibahas oleh Badan Legislatif DPR. Di tengah ramainya perbincangan larangan minuman alkohol, Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan justru baru saja menambahkan kepemilikan sahamnya pada perusahaan produsen bir.

Saham Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik menjadi 58,33% bulan ini. Hal itu tercantum dalam laporan keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang diterbitkan pada 9 November yang lalu.

Dilihat detikcom dari laporan itu, Jumat (13/11/2020), Pemprov DKI Jakarta memiliki 467.061.150 lembar saham pada perusahaan tersebut. Jumlahnya naik 32,08% dari kepemilikan pada bulan sebelumnya.

Jumlah tambahan saham itu menjadikan Pemprov DKI Jakarta menjadi pemilik mayoritas di produsen Anker Bir tersebut. Menggeser perusahaan San Miguel Malaysia yang sebelumnya menjadi pemilik terbesar dalam perusahaan produsen minuman beralkohol tersebut.

Bila disimpulkan, posisi kepemilikan saham terakhir pada Delta Djakarta adalah, 58,33% milik Pemprov DKI Jakarta, 26,25% milik San Miguel Malaysia, dan 15,41% sisanya milik masyarakat luas.

Sementara itu, harga saham PT Delta Djakarta yang berkode DLTA tersebut terpantau merosot di tengah pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol.

Dari pantauan detikcom pada data perdagangan RTI pagi tadi, saham PT Delta Djakarta Tbk dengan kode DLTA anjlok 2,19% ke level Rp 4.020 per saham.

Saham DLTA tercatat mengalami penurunan 90 poin. Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, saham DLTA terparkir di level Rp 4.110 per saham.



Simak Video "Pemprov DKI Pastikan Lepas Saham Anker Bir"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)