Garuda Terbitkan Surat Utang Wajib Konversi Rp 8,5 T, Buat Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 14:01 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) datangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777-300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rachman Haryanto/detikcom.
Garuda Indonesia/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemegang saham memberikan restu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) atau mandatory convertible bond (MCB) senilai Rp 8,5 triliun. Obligasi ini wajib dikonversi menjadi saham saat jatuh tempo.

Demikian disampaikan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Jumat (20/11/2020).

"Garuda menerbitkan OWK atau obligasi wajib konversi dengan nilai total maksimum Rp 8,5 triliun dengan tenor maksimum 7 tahun yang wajib dikonversi menjadi saham baru begitu jatuh tempo," katanya.

Setelah persetujuan ini, pihaknya bisa melakukan diskusi secara detail terkait pencairan MCB tersebut. Ia berharap, pencairan bisa diselesaikan sebelum akhir tahun.

"MCB dengan keputusan hari ini, kita artinya sudah bisa melakukan diskusi lebih detil dalam hal pencairan MCB ini yang akan melalui pelaksana investasi Kementerian Keuangan yaitu PT SMI, kita berharap bisa selesai secepatnya, kami tentu saja berharap ini bisa diselesaikan sebelum akhir tahun," terangnya.

Dia melanjutkan, MCB ini untuk mendukung likuiditas perusahaan. Kemudian, untuk pembiayaan operasional Garuda Indonesia ke depan.

"Ini akan digunakan untuk mendukung likuiditas dan solvabilitas perusahaan, dan tentu saja digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan ke depan," ujarnya.

(acd/ara)