Bos BEI Sebut Pasar Modal Syariah Dorong Ekonomi RI, Caranya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 13:14 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan kontribusi kapitalisasi saham syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 24% atau Rp 3.745 triliun di tahun 2019. Hal itu menjadi potensi yang besar dalam mendorong perekonomian nasional.

Tidak hanya itu, Inarno mengatakan total aset pasar modal syariah tercatat sebesar 29% atau setara Rp 4.699 triliun di tahun 2019.

"Potensi pengembangan PMS (pasar modal syariah) dalam mendorong perekonomian nasional cukup besar. Kontribusi total aset PMS terhadap PDB yang signifikan. Didukung potensi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Sebagai negara muslim terbesar, kita harus mendorong PMS," kata Inarno dalam Webinar Kafegama, Senin (30/11/2020).

Inarno mengungkapkan, PMS di Tanah Air berkembang dengan pesat dan akan terus bertumbuh. Setidaknya sudah ada 451 saham syariah dari 708 efek yang tercatat di BEI hingga saat ini. "Kami yakin kontribusi tersebut terhadap PDB ke depannya akan jauh meningkat secara gradual," jelasnya.

Untuk mengembangkan PMS, Inarno mengaku sudah menyiapkan lima strategi. Pertama, literasi dan inklusi PMS untuk memperkuat basis investor syariah. Kedua, pengembangan efek dan instrumen syariah. Ketiga, pengembangan infrastruktur demi memperkuat layanan dan landasan hukum. Keempat, penguatan sinergi, dan kelima adalah pemanfaatan teknologi untuk pendidikan investasi syariah.

"Kami optimis PMS dapat berkembang lebih baik dan unggul di kancah global seiring dengan potensi yang sangat besar serta diikuti serangkaian implementasi strategi dan langkah taktis pemerintah, OJK, dan seluruh stakeholder PMS," ungkapnya.

(hek/fdl)