IPO Perusahaan China Jadi Juru Selamat Bursa Saham Hong Kong

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 11:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Initial Public Offering (IPO) perusahaan raksasa asal China Ant Group ditunda. Hal ini turut membuat bursa saham Hong Kong terganggu.

Mengutip CNN Business disebutkan Hong Kong masih menjadi salah satu tempat yang menarik untuk pasar modal.

Hal ini karena banyak perusahaan China yang melantai di bursa Hong Kong. Selain itu Hong Kong juga menjadi pusat keuangan Asia dan mencatatkan 120 perusahaan baru.

Perusahaan riset Dealogic mengungkapkan jika JD Health mencatatkan kenaikan saham hingga 56% dan telah mengumpulkan US$ 3,5 miliar dan mencatatkan transaksi yang besar sepanjang tahun ini.

Memang Hong Kong sempat menjadi sorotan karena selama berbulan-bulan terjadi protes oleh warganya. Tahun ini selain COVID-19 kepercayaan bisnis di Hong Kong juga terganggu dengan adanya undang-undang keamanan nasional.

Aturan ini disebut bisa merusak kebebasan berdemokrasi masyarakat Hong Kong. Dominasi China di Hong Kong juga menjadi salah satu yang harus diperhatikan oleh para pebisnis.

Sekretaris keuangan Hong Kong Paul Chan mengungkapkan jika investor luar negeri memang khawatir dengan masa depan Hong Kong. Namun pemerintah Hong Kong berupaya untuk mengembalikan kepercayaan tersebut dan kembali mempromosikan Hong Kong ke mata internasional.

"Saat ini kepercayaan Hong Kong sudah mulai terjaga dengan baik," kata dia dikutip dari CNN, Rabu (9/12/2020).

Analis Bank Prancis menyebutkan jika banyaknya penawaran umum perusahaan asal China ini karena perusahaan tersebut ingin lebih kuat di luar negeri.

Contohnya ingin menjejakkan kaki di bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street seperti Alibaba, NetEase, dan JD.com.

(kil/zlf)