Saham Perusahaan Logistik Ini Meroket 85%, Saingi FedEx

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 10 Des 2020 10:33 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Saham perusahaan logistik DoorDash naik sampai 85% pada debut perdanannya di Wall Street. Hal itu menjadi tanda perusahaan pengiriman mendapat keuntungan besar karena melonjaknya permintaan untuk layanan mereka di saat pandemi.

Mengutip CNN, Kamis (10/12/2020), saham DoorDash dibuka pada US$ 182 per saham membuat nilai perusahaan menjadi sekitar US$ 70 miliar, hampir sama dengan FedEx.

Perusahaan mematok harga saham pada US$ 102 per saham, naik dari kisaran harga awal US$ 75 hingga US$ 85. Saham DoorDash ditutup pada US$ 190 pada debut perdana.

Perusahaan ini diluncurkan 7 tahun lalu oleh sekelompok mahasiswa Stanford untuk membantu bisnis di Palo Alto dengan menawarkan pengiriman bagi restoran dan pedagang. Saat ini, aplikasi pengiriman makanan ini memicu gelombang permintaan yang dipicu pandemi ke Wall Street.

Ini adalah IPO pertama dari dua yang ditunggu pasar minggu ini. Airbnb diharapkan go public pada hari Kamis. Berbeda dengan Airbnb, bisnis DoorDash meroket beberapa bulan terakhir.

"Keadaan yang telah mempercepat pertumbuhan bisnis kami yang berasal dari efek pandemi COVID-19 mungkin tidak akan berlanjut di masa depan," ungkap DoorDash memperingatkan dalam prospektusnya.

Perusahaan telah mengumpulkan US$ 2,5 miliar hingga saat ini dari investor termasuk SoftBank dan Sequoia Capital, dan terakhir bernilai hampir US$ 16 miliar ketika mengumpulkan US$ 400 juta dalam pembiayaan baru selama pandemi.

(acd/ara)