Kemarin Dibekukan, Saham Indosat Kini Diperdagangkan Lagi

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 09:45 WIB
Indosat, Kota Digital Indonesia, Head of Business Development IoT & Smart City Indosat Ooredoo Hendra Sumiarsa
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Perdagangan saham PT Indosat Tbk (ISAT) kembali dibuka mulai sesi I hari ini, 29 Desember 2020. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menghentikan sementara perdagangan saham ISAT karena peningkatan harga yang signifikan.

"Perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Indosat Tbk (ISAT), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Indosat Tbk (ISAT) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 29 Desember 2020," demikian pengumuman BEI dalam keterbukaan informasi, Senin (28/12/2020).

Dihentikannya perdagangan saham ISAT pada kemarin oleh otoritas bursa dalam rangka cooling down.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Indosat Tbk (ISAT), dalam rangka cooling down, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Indosat Tbk (ISAT), pada perdagangan tanggal 28 Desember 2020," kata Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam keterbukaan informasi, Senin (28/12/2020).

Perlu diketahui, berdasarkan kabar terkini tampaknya wacana merger antara Indosat dan Tri Indonesia bukan sekadar rumor belaka. Sejumlah tanda menunjukkan sepertinya aksi korporasi itu bakal terjadi. Saham Indosat terbang tinggi di tengah rumor tersebut.

Rencana marger pun semakin nyata. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited.

Ooredoo QPSC telah menandatangani MoU eksklusif dan tidak mengikat secara hukum dengan CK Hutchison. Itu dilakukan sehubungan dengan potensi transaksi untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, Indosat dan Hutchison 3 Indonesia.

"Periode eksklusivitas MoU ini berlaku hingga 30 April 2021," jelas pernyataan Ooredoo dalam keterangan yang diterima detikcom kemarin.

(toy/ara)