Prospek Saham PGAS yang Sempat Anjlok Terseret Sengketa Pajak

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 12:15 WIB
Petugas melakukan pengisian bahan bakar gas (BBG) ke bajaj melalui mobil pengisian BBG milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (25/09/2013). Pemprov DKI saat ini masih mengkaji lokasi yang dapat digunakan menjadi stasiun pengisian bahan bakar gas bergerak guna memenuhi kebutuhan BBG untuk transportasi di Jakarta. File/detikFoto.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kalah pada kasus sengketa pajak Rp 3,06 triliun melawan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Hal itu membuat harga saham PGAS anjlok pada perdagangan kemarin, Senin.

Saham PGAS kemarin bergerak di zona merah sampai menyentuh batas paling dasar auto reject bawah, yakni turun 6,95% ke level Rp 1.540 per lembar saham.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan masih ada harapan harga saham PGAS menguat kembali.

"Kalau saya lihat sih sebenarnya dia kan sudah merespons kemarin kan turun. Hari ini kan sudah mulai menguat lagi. Kemungkinan sih masih ada harapan buat naik lagi dalam waktu dekat," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (5/1/2021).

Hari ini saja harga saham PGAS sudah kembali positif dan terus melaju ke atas. Hingga pukul 10.43 WIB, posisinya sudah berada di Rp 1.625 atau naik 5,52%. Saham PGAS sendiri hari ini dibuka di Rp 1.540 per lembar. Sempat mencapai angka tertinggi di Rp 1.630.

Menurutnya, jika pada perdagangan besok saham PGAS tidak kuat bertahan di atas Rp 1580-1585, kemungkinan bisa koreksi dulu sampai ke Rp 1360an.

"Tapi saran dari saya sih sebenarnya sih kesempatan beli di harga kondisi lagi koreksi kan. Dan jangka menengahnya dia sebenarnya masih tren naik sih, jadi masih aman-aman saja," ujarnya.

Sementara Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya memperkirakan harga saham PGAS masih akan mengalami volatilitas alias naik turun.

"Kelihatannya harga saham PGAS mungkin akan volatil karena ini ada keputusan bahwa PGN harus bayar Rp 3 triliun lebih kan. Tapi kan dari PGAS sendiri dia mencoba memperjuangkan agar bisa diperingan dandannya atau mungkin malah nggak bayar. Jadi selama itu masih belum ada keputusan final, kelihatannya harga sahamnya akan naik turun-naik turun," paparnya.

"Tapi buat bayar dendanya sih seharusnya PGAS ada uang sih," tambah Andrey.

(toy/das)