PGAS Terseret Kasus Pajak, Sahamnya Dicolek Kaesang

Tim Detikcom - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 07:07 WIB
Penyaluran gas
Foto: dok. PGN

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan masih ada harapan harga saham PGAS menguat kembali.

"Kalau saya lihat sih sebenarnya dia kan sudah merespons kemarin (Senin) kan turun. Hari ini (kemarin Selasa) kan sudah mulai menguat lagi. Kemungkinan sih masih ada harapan buat naik lagi dalam waktu dekat," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya, jika pada perdagangan Rabu ini saham PGAS tidak kuat bertahan di atas Rp 1580-1585, kemungkinan bisa koreksi dulu sampai ke Rp 1360an.

"Tapi saran dari saya sih sebenarnya sih kesempatan beli di harga kondisi lagi koreksi kan. Dan jangka menengahnya dia sebenarnya masih tren naik sih, jadi masih aman-aman saja," ujarnya.

Sementara Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya memperkirakan harga saham PGAS masih akan mengalami volatilitas alias naik turun.

"Kelihatannya harga saham PGAS mungkin akan volatil karena ini ada keputusan bahwa PGN harus bayar Rp 3 triliun lebih kan. Tapi kan dari PGAS sendiri dia mencoba memperjuangkan agar bisa diperingan dandannya atau mungkin malah nggak bayar. Jadi selama itu masih belum ada keputusan final, kelihatannya harga sahamnya akan naik turun-naik turun," paparnya.

"Tapi buat bayar dendanya sih seharusnya PGAS ada uang sih," tambah Andrey.

Halaman

(upl/upl)