TGRA dan Waskita Teken Proyek 7 Pembangkit Listrik Rp 12,5 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 15:41 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melakukan penandatanganan pembangunan 5 pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan 2 pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Total investasi kedua proyek itu mencapai Rp 12,5 triliun. Adapun proyek PLTMH akan dibangun di provinsi Sumatera Utara dan PLTA akan dibangun di provinsi Aceh.

Direktur Operasi III PT Waskita Karya Gunadi mengatakan pihaknya ingin mendukung target pencapaian kontribusi energi baru terbarukan oleh pemerintah pada tahun 2024. Maka dari itu pihaknya mulai melakukan penggarapan proyek pembangkit listrik.

"Waskita juga memberikan kontribusi dalam pembangunan proyek-proyek EBT di Indonesia, sebagaimana yang baru saja ditandatangani dengan PT Terregra Asia Energy," kata Gunadi dalam keterangannya, Rabu (6/1/2021).

TGRA dan WSKT menggarap 5 PLTMH yang berlokasi di provinsi Sumatera Utara telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN dengan total kapasitas PLTMH sebesar 42,98 megawatt.

Rincinya ada 2 proyek dengan kapasitas 2x3,5 megawatt, 2 proyek lainnya 2x5 megawatt, dan satu proyek sisanya sebesar 2x4,9 megawatt.

Sedangkan 2 unit PLTA masing-masing dengan kapasitas 2x166 megawatt dan 3x45 megawatt. Total kapasitas dari 7 hydro power plant tersebut adalah sebesar 509.98 megawatt.

TGRA dan WSKT sepakat operasional Commercial on date (COD) ditargetkan untuk PLTMH 24 bulan dari saat pembangunan sedangkan untuk PLTA 36 bulan.

(das/das)