Saham WSKT & TGRA Melesat Tinggi Usai Teken Kontrak Rp 12,5 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 16:36 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Saham PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) hari ini melesat begitu tinggi. Kenaikan itu dipicu oleh penandatanganan proyek pembangunan pembangkit listrik antara kedua perusahaan.

Dilihat dari data perdagangan RTI, Rabu (6/1/2021), saham Waskita yang berkode WSKT naik 10,3% atau 155 poin ke level Rp 1.660 per lembar saham. Pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya saham WSKT terparkir di level 1.505 per lembar saham.

Saham TGRA juga mengalami hal yang sama. Bahkan saham TGRA bertambah hingga mencapai level auto reject atas (ARA) dengan naik 34,3% atau 67 poin menuju level Rp 262 per lembar. Pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya, TGRA terparkir di Rp 195 per lembar saham.

Adapun WSKT dan TGRA baru saja meneken tanda tangan kontrak 7 pembangkit listrik di Sumatera. Rincinya ada 5 pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di Sumatera Utara dan 2 pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Aceh.

Nilai kontrak 7 proyek pembangkit itu sebesar Rp 12,5 triliun. 5 PLTMH yang berlokasi di provinsi Sumatera Utara telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN dengan total kapasitas PLTMH sebesar 42,98 megawatt.

Rincinya ada 2 proyek dengan kapasitas 2x3,5 megawatt, 2 proyek lainnya 2x5 megawatt, dan satu proyek sisanya sebesar 2x4,9 megawatt.

Sedangkan 2 unit PLTA di Aceh masing-masing memiliki kapasitas 2x166 megawatt dan 3x45 megawatt. Total kapasitas dari 7 hydro power plant tersebut adalah sebesar 509.98 megawatt.

(das/das)