Saham Perusahaan Ganja Melesat saat Apple cs Tumbang, Kok Bisa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 11:03 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Saham perusahaan teknologi bertumbangan dipicu kemungkinan Partai Demokrat menguasai Senat. Di sisi lain, saham-saham perusahaan ganja menguat.

Mengutip CNN, Kamis (7/1/2021), para investor tengah menata kembali portofolio investasinya mengingat kemungkinan Demokrat memenangkan kendali Senat setelah putaran kedua di Georgia. Nasdaq turun tipis pada Rabu pagi setelah Raphael Warnock diproyeksikan menang di salah satu Senat.

Saham raksasa teknologi seperti Apple, Amazon, Alphabet, dan Facebook melemah saat pasar cenderung menguat.

Investor di sektor ini tampaknya khawatir bahwa kombinasi Joe Biden dan Senat menyebabkan lebih banyak peraturan untuk perusahaan teknologi besar, pajak perusahaan yang lebih tinggi, dan peningkatan pengawasan antitrust.

"Keunggulan kecil Demokrat di Senat dan DPR akan membuatnya lebih sulit daripada yang diyakini banyak orang untuk meloloskan kenaikan pajak, memberlakukan regulasi dan memberlakukan beberapa kebijakan tidak ramah pasar lainnya yang dikhawatirkan investor," David Bahnsen, kepala investasi The Bahnsen Group.

"Saya menduga reaksi pasar awal di sektor teknologi terhadap hasil Senat Georgia lebih merupakan kisah pertumbuhan pada nilai daripada kisah regulasi teknologi," tambahnya.

Di saat saham perusahaan teknologi melemah, saham-saham perusahaan ganja justru melonjak. Saham tersebut melanjutkan reli yang dimulai November usai Biden memenangkan Pilpres dan beberapa negara bagian melegalkan ganja untuk keperluan rekreasi dan medis. Investor tampaknya juga berharap peraturan akan lebih longgar di tingkat federal.

Saham perusahaan ganja Kanada terkemuka, Aphria dan Tilray yang baru-baru ini mengumumkan rencana untuk merger masing-masing naik lebih dari 10% dan 15%. Rivals Canopy Growth, Cronos dan Aurora (ACB) juga membukukan persentase keuntungan dua digit.

(acd/ara)