Pemerintah Persilahkan Qantas Masuk Adam Air

Pemerintah Persilahkan Qantas Masuk Adam Air

- detikFinance
Sabtu, 04 Feb 2006 12:17 WIB
Jakarta - Pemerintah nampaknya akan memberi lampu hijau terhadap Qantas Airways, maskapai penerbangan asal Australia untuk membeli saham Adam Air. Namun Qantas diwanti-wanti tidak boleh membeli lebih dari 49 persen."Silahkan saja perusahaan nasional kita untuk bersinergi dengan mitra strategisnya sepanjang memang sesuai dengan ketentuan yang telah kita buat. Tidak boleh mereka mayoritas maksimum 49 persen itu ketentuan kita," kata Menteri Perhubungan Hatta Radjasa.Hal itu diungkapkan Hatta sebelum rapat koordinasi (rakor) ekonomi yang berlangsung di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (4/2/2006).Adam Air sebelumnya mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Qantas untuk menjajaki kemungkinan pelepasan sebagian saham perseroan. Qantas dikabarkan tengah mengincar 20 persen saham maskapai penerbangan nasional itu.Menurut Hatta, pihaknya sebenarnya lebih menginginkan sinergi yang dilakukan industri penerbangan nasional dilakukan sesama perusahaan penerbangan lokal.Namun dia mengaku bisa memaklumi hal tersebut, karena kondisi ekonomi global memaksa perusahaan penerbangan mencari mitra strategis world wide class untuk menghadapi persaingan global.Hatta menilai, banyaknya perusahaan asing yang mengincar penerbangan lokal karena investor tertarik terhadap pertumbuhan industri penerbangan dalam negeri yang diatas 10 persen."Tapi menurut kita azas cabotage (rute domestik harus dilayani maskapai nasional) itu harus tetap berlaku," ujar Hatta. Mengenai kemungkinan perubahan nama maskapai setelah diambil investor asing, Hatta mengatakan, hal tersebut menjadi urusan Menteri Hukum dan HAM serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).Sebelumnya maskapai nasional Awair yang 49 persen sahamnya dibeli perusahaan asal Malaysia Air Asia, juga telah mengganti nama perusahaan menjadi PT Indonesia Air Asia. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads